Daftar pengunjung terbaru

Thursday, December 24, 2020

" Melawan Arus " adalah judul dari lukisan ekspresionis modern ini

Melawan arus, dalam arti melakukan hal-hal positif untuk kemajuan, kebaikan serta perubahan, merupakan suatu tindakan hebat, karena untuk bisa melakukanya dibutuhkan imajinasi, keberanian dan tekad kuat .

Kemajuan jaman dengan segala kecanggihanya merupakan andil besar dari orang-orang pemberani yang melawan arus ( out of the box ), seringkali pemikiran mereka bertentangan dengan kelaziman, sehingga mereka kerap dipandang orang tidak waras, ditertawakan dan diremehkan.

Begitu juga dengan peraturan –peraturan njlimet banyak proses, dalam organisasi, perusahaan maupun pemerintahan, perlu pemimpin out of the box yang berani melawan arus untuk lompatan perubahan pada tatanan baru yang lebih praktis, modern dan bermartabat.

Lukisan abstrak, goresan warna putih adalah warna yang melawan arus diantara warna-warna lainya, ada warna kuning, hitam dan orange. Warna putih melambangkan kesucian, sebagaimana tindakan hebat melawan arus yang didasari niat baik untuk sebuah perubahan besar.

Judul: Melawan Arus
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 96cm x 141,5cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Tep-Whatsapp: 081 329 7 329 11




Monday, December 21, 2020

Membuka tabir makna dalam lukisan

Darah Biru dalam kehidupan masyarakat dulu merupakan sebutan bagi orang - orang keturunan bangsawan, keturunan raja atau keluarga kerajaan. Mereka dianggap sebagai golongan yang memiliki tingkat atau kasta paling tinggi, sehingga mereka adalah golongan yang paling harus dihormati dan disegani.

Seiring perubahan jaman, sebuatan “ Darah Biru “ sudah ditelan jaman dan tidak berlaku lagi dalam tatanan kehidupan masyarakat modern, namun sebuatan “ Darah Biru “ beralih pemahaman pada perilaku gaya hidup dalam masyarakat modern, harta dan jabatan adalah mahkota yang diburu masyarakat modern agar mereka bisa merasakan nikmatnya sebagai kaum “ Darah Biru “.

Keluar dari semua itu, pada hakekatnya semua manusia adalah sama kedudukanya di hadapan Tuhan YME baik si kaya maupun si miskin, orang berpangkat atau rakyat jelata, pemimpin atau bawahan, laki-laki maupun perempuan. Yang membedakan derajat kemuliaan manusia dihadapan Tuhan YME adalah tingkat ketaatan, kemuliaan serta kebaikan yang ada pada dirinya.

Judul: Darah biru
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 98cm x 66cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Friday, December 18, 2020

Makna indah di dalam lukisan ekspresionis " Menumbuhkan Cahaya Harapan "

Terkadang harapan sirna oleh kekecewaan, apa yang di inginkan tidak sesuai dengan yang dibayangkan, pada akhirnya mundur dan berhenti berharap.

Hidup tanpa harapan tidak indah, kaku dan hambar, semakin banyak harapan akan memberikan dorongan semangat kuat pada diri untuk maju mewujudkan setiap harapan.

Berdiri pada harapan diri sendiri akan menumbuhkan motivasi semangat, sehingga hidup menjadi indah penuh warna, namun berharap pada orang lain sering kali memberikan kekecewaan.

Menumbuhkan cahaya harapan dalam diri, dengan bertopang pada usaha sendiri, akan menjadikan diri bermartabat dan bernilai.


Judul: Menumbuhkan cahaya harapan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 96cm x 64cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian lukisan:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11



Friday, December 11, 2020

Lukisan abstrak ekspresionis " Melintasi pusaran waktu "

Setiap manusia diberi waktu dan kesempatan hidup, dan setiap manusia memiliki caranya masing-masing dalam menghabiskan kesempatan waktu yang telah diberikan kepadanya. Ada manusia yang bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, ada manusia yang memanfaatkan waktunya dengan sia-sia tidak bermanfaat, bahkan sebaliknya, ada manusia yang menggunakan waktunya dengan perbuatan buruk dan kejahatan.

Manusia yang berhasil dalam kehidupan Dunia adalah manusia yang bisa memanfaatkan atau menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan. Sedangkan manusia yang gagal dalam kehidupan adalah manusia yang menggunakan atau memanfaatkan waktunya dengan perbuatan sia-sia, tidak bermanfaat, bahkan untuk perbuatan buruk dan kejahatan.

Manusia di Dunia harus melintasi waktu seumur hidupnya, ada proses panjang, rumit dan berliku selama waktu hidupnya, manusia dibekali nurani, akal dan pikiran untuk mengurai segala tantangan dan rintangan masalah selama hidupnya.

Manusia adalah mahkluk sosial, saling bergantung satu sama lain, tidak bisa hidup berdiri sendiri – sendiri, mereka saling bekerjasama, saling membutuhkan. Dalam kehidupan sosial manusia ada dampak sosial yang muncul , persaingan dan kesenjangan yang saling berbenturan.


Judul: Melintasi Pusaran Waktu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 130cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11



Saturday, December 5, 2020

Motivasi dari sebuah karya seni " Keberanian mengambil keputusan "

Setiap saat dan waktu manusia dihadapkan pada banyak sekali pilihan, disana diperlukan kecepatan dan keberanian sikap mental untuk mengambil keputusan diantara pilihan yang ada. 

Orang-orang besar yang telah mengukir sejarah Dunia membuktikan bahwa keberanian, ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan telah mengantarkan mereka ke puncak kesuksesan.

Setiap kuputusan yang diambil pasti memiliki konsekuensi serta akibat, namun bukan hal itu yang menjadi pokok masalah untuk takut, prinsip serta keteguhan sikap dalam mempertahankan dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang telah diambil merupakan wujud kualitas, kedewasaan serta kematangan pribadi.

Judul: Keberanian mengambil keputusan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 96cm x 64cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Wednesday, December 2, 2020

Lukisan ekspresionis " Semangat putih " jalan indah menuju kebahagiaan

Judul: Semangat Putih
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 44cm x 66cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Semangat putih, semangat yang dilandasi niat baik untuk melakukan hal-hal bermanfaat, tidak akan pernah merasa lelah seseorang yang memiliki niat tulus dalam melakukan hal-hal baik dan bermanfaat.
Semangat putih, sebuah motivasi diri untuk bangkit bergerak bekerja ataupun melakukan kegiatan apapun dengan dilandasi niat baik.

Semangat putih seorang kepala keluarga adalah bekerja untuk kesejahteraan keluarga, semangat putih seorang pemimpin adalah bekerja menjalankan amanat dengan sebaik – sebaiknya untuk keadilan kesejahteraan rakyat, semangat putih seorang Ayah dan Ibu adalah mengurus rumah tangga termasuk didalamnya merawat dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi-generasi unggul dan berbudi pekerti luhur. Semangat putih para pekerja adalah bertanggung jawab kepada pekerjaanya masing-masing dengan menghasilkan kualitas mutu yang baik pada bidang pekerjaan yang dijalaninya.
Lelah bekerja, lelah dalam beraktifitas saat dilandasi

Sunday, November 29, 2020

Misteri dibalik lukisan Ekspresionis " Melawan Hitam "

Judul: Melawan Hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 44cm x 67cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 32911

Pesan dan makna:
Pikiran dan hati setiap saat selalu bekerja merespon segala informasi, bisikan, rayuan dan godaan, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang putih, ada yang hitam, juga ada yang samar diantara hitam dan putih.

Lukisan abstrak melawan hitam bermakna melawan semua bisikan negatif yang ada didalam hati, melawan pemikiran negatif yang menjerumuskan pada perilaku tidak baik.

Melawan hitam merupakan wujud perjuangan mulia untuk menjadi manusia hebat yang sesungguhnya, tidak ada batas waktu bagi manusia untuk berhenti melawan bisikan hitam dalam jiwa, seumur hidup berjuang melawan bisikan hitam.

Bisikan hitam mengajak manusia agar terjerumus kedalam perbuatan jahat, yang pada akhirnya jatuh kedalam jurang kesengsaraan. Banyak manusia yang terjerumus dalam kejahatan karena tidak mampu melawan bsisikan hitam dalam diri.

Tidak mudah melawan bisikan hitam dalam diri, karena setiap saat ia bisa masuk dalam pikiran dan hati tanpa disadari, mengacaukan pikiran dan menumbuhkan keraguan dalam hati.
Prinsip ingin menjadi orang baik, menjadi kunci keberhasilan dalam melawan bisikan hitam.

Friday, November 27, 2020

Karya seni modern berserah diri tingkatan tertinggi hubungan Manusia dengan Tuhan

Judul: Berserah Diri
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian Lukisan:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329  7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Berserah diri merupakan tingkatan tertinggi hubungan antara seorang Manusia (hamba) dengan Sang Maha Pencipta - Tuhan YME, manusia sadar bahwa sehebat apapun dia, tidak membuatnya angkuh dan berbesar diri, ia selalu merasa diatas segalanya ada kuasa Tuhan. Tunduk, taat dan patuh pada Tuhan YME, entah apapun keyakinanya.

Berserah diri bukan bermakna menyerah pada nasib, namun sebaliknya, ia adalah titik akhir dari sebuah proses usaha maksimal, bahwa ada kuasa Tuhan dititik akhir dari usahanya, gagal atau berhasil ada dalam kuasa Tuhan, Dia yang menentukan. Dititik akhir itulah, manusia di uji akan ketaatanya, apakah ia akan berserah diri dan ingat kepada Tuhan, apakah ia akan lupa pada Tuhan YME dan sombong atas keberhasilanya, atau apakah ia akan menyalahkan Tuhan atas kegagalanya.

Sebagai catatan penting bahwa keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan dan kesulitan, semua adalah ujian dari Tuhan, dan dibalik itu semua ada hikmah dan kebaikan bagi manusia, dengan ketentuan jika manusia tersebut ikhlas serta sabar menjalaninya dengan selalu berserah diri kepada-Nya.

Thursday, November 26, 2020

Makna Lukisan modern " Dunia imajinasi tanpa batas "

Judul: Dunia Imajinasi
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Acrylic on canvas 
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna Lukisan :
Dunia Imajinasi tanpa batas, dan akan terus berkembang seiring berjalanya waktu. Peradaban Dunia, kultur dan budaya merupakan cermin dari Dunia imajinasi manusia.

Dunia imajinasi merupakan dapur dari pengetahuan manusia, disana segala informasi dari luar dan pengalaman diolah, dikombinasi hingga menghasilkan ide atau gagasan. Semua bidang ilmu pengetahuan, Seni, teknologi, kesehatan, dll, bisa terus berkembang karenan manusia memiliki pemikiran yang didalamnya terdapat Dunia imajinasi atau alam imajinasi.

Dunia imajinasi bisa menghasilkan ide atau gagasan yang belum pernah terpikir sebelumnya, melalui dunia imajinasi manusia bisa mewujudkan apapun yang terpikirkan dalam imajinasi nya.
Manusia bisa terbang, manusia bisa saling terhubung antar benua dalam sekejap, manusia bisa terbang ke luar angkasa, itu adalah contoh sebagian kecil hasil dari imajinasi manusia sebelumnya.
Dunia imajinasi itu penuh warna, penuh keindahan, penuh hayalan tentang masa depan yang bisa menjadi nyata.

Tuesday, November 24, 2020

Lukisan abstrak semangat dan kebebasan adalah kombinasi kekuatan untuk sukses

Judul: Semangat dan Kebebasan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Pesan dan makna Lukisan:
Semangat dan kebebasan jika disatukan akan memiliki kekuatan tersendiri yang akan mampu menembus alam imajinasi seseorang, tiada beban yang menghalangi dalam diri untuk mencapai imajinasi tanpa batas mencari jalan meraih impian kesuksesan, menemukan ide-ide besar yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, bahkan oleh orang lain.

Semangat dan kebebasan laksana air mengalir menembus bebatuan menuju laut lepas, disana ada banyak halangan bebatuan dan sungai berliku, namun air tetap mengalir hingga sampai ditujuan akhir laut lepas.

Begitu juga dengan semangat dan kebebasan, seseorang akan berangkat menuju kesuksesan, meski ia mengerti akan banyak halangan dan rintangan di depan selama dalam proses perjalanan, namun ia tetap berjalan maju hingga sampai dititik tujuan akhir yaitu kesuksesan.

Sunday, November 22, 2020

Saat manusia berani bebas berekspresi untuk hal positif, tidak ada beban dalam dirinya

Judul: Ekspresi kebebasan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 140cm x 100,5cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Filosofi dan makna Lukisan:
Ekspresi bebas ( Hitam, Putih dan Orange ). Orang yang mampu mencapai pada tingkatan tertinggi dari kemampuan atau potensi dalam dirinya adalah orang yang bisa mengekspresikan secara bebas apa yang ada didalam dirinya, tanpa dihalangi rasa takut, rasa rendah diri dan rasa malu.

Karena sejatinya, dalam diri setiap manusia memiliki kekuatan besar yang terpendam, namun hanya sedikit orang yang mampu untuk memunculkan, mengekspresikan kekuatan yang terpendam dalam dirinya tersebut untuk menjadikan dirinya hebat, menjadi sumber inspirasi untuk orang lain.

Saat manusia berani bebas berekspresi untuk hal positif, tidak ada beban dalam dirinya, saat itulah hal-hal besar dalam dirinya akan muncul.

Friday, November 20, 2020

Menemukan makna indah dalam Lukisan

Lukisan adalah bahasa kalbu seniman, misteri yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang peka terhadap perasaan hati dan bahasa imajinasi seni, didalam lukisan banyak sekali pembelajaran, pesan dan makna indah, setiap seniman adalah pribadi mengagumkan, apa yang dia rasa, dia lihat dan dia alami, bisa menjadi sumber inspirasi baginya, dan dijadikan sebuah karya seni yang bisa dicerna dan dipahami oleh mereka yang peka terhadap bahasa seni.

Judul: Persahabatan merah dan hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 89cm x 55cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Pesan dan makna lukisan:
Meski berbeda warna, tidak menghalangi untuk menjalin persahabatan, apapun latar belakang, warna kulit, warna rambut, perbedaan suku, negara, agama, jangan menjadikan semua perbedaan tersebut sebagai alasan untuk perpecahan.

Begitu juga saat berbeda argumen, prinsip atau pemahaman, jangan terpancing emosi , saat itu diam adalah lebih baik meski kita benar, semua itu demi terpeliharanya persahabatan dan persaudaraan yang jauh lebih berharga dan berkualitas untuk hidup, daripada sebuah perselisihan.

Persahabatan merah dan hitam adalah simbol persahabatan meskipun dari latar belakang berbeda, pemahaman berbeda, prinsip berbeda atapun sudut pandang berbeda, karea ada banyak keindahan dalam sebuah persahabatan untuk hidup bahagia dan berkualitas.

Thursday, November 19, 2020

Syair lukisan Abstrak setiap jiwa hanyalah sebutir debu

Judul: Setiap jiwa hanyalah sebutir debu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 64cm x 52cm
Media: Textured Acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.37.600.000;


Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia sering kali terjebak dalam ilusi kebesaran. Jabatan, kekayaan, kekuasaan, popularitas, kecerdasan, dan berbagai pencapaian duniawi kerap membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada yang lain. Tidak sedikit yang mulai memandang rendah sesamanya, merasa paling hebat, paling kuat, paling berpengaruh, bahkan seolah-olah menjadi pusat dari segala sesuatu. Padahal jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, terlebih di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sejatinya setiap jiwa hanyalah sebutir debu, bahkan mungkin lebih kecil dari itu.

Lukisan abstrak modern berjudul "Setiap Jiwa Hanyalah Sebutir Debu" menghadirkan perenungan mendalam mengenai hakikat keberadaan manusia. Melalui komposisi yang sederhana namun sarat makna, karya ini mengajak penikmatnya untuk merenungkan posisi manusia di tengah luasnya alam semesta, perjalanan waktu, dan kekuasaan Sang Pencipta.

Secara visual, lukisan ini didominasi oleh hamparan warna tanah yang luas di bagian bawah, sementara bagian atas menghadirkan bidang putih yang menjulang dengan sapuan gelap yang menyerupai batang-batang pohon tua atau bayangan-bayangan waktu yang berdiri kokoh. Di bagian paling bawah tampak tekstur kasar dan butiran-butiran kecil yang dapat dimaknai sebagai debu, tanah, atau sisa-sisa kehidupan yang perlahan kembali menyatu dengan alam.

Komposisi ini menghadirkan suasana hening dan kontemplatif. Tidak ada keramaian. Tidak ada simbol kemegahan. Tidak ada tanda-tanda kekuasaan atau kemewahan. Yang tersisa hanyalah ruang, waktu, dan kesadaran tentang betapa kecilnya manusia di hadapan semesta.

Debu dalam karya ini menjadi simbol yang sangat kuat. Debu adalah sesuatu yang sering kali tidak diperhatikan. Ia kecil, ringan, mudah terbang oleh angin, dan hampir tidak memiliki arti dalam pandangan manusia. Namun justru melalui simbol debu inilah karya ini menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Manusia lahir dari sesuatu yang sederhana. Hidup hanya sementara. Dan pada akhirnya akan kembali menjadi bagian dari tanah. Segala yang saat ini dianggap besar akan mengalami akhir. Rumah megah akan lapuk. Gedung pencakar langit akan menua. Kekayaan akan berpindah tangan. Kekuasaan akan berganti pemilik. Nama besar perlahan akan dilupakan oleh generasi berikutnya. Bahkan tubuh manusia yang selama hidup dirawat, dibanggakan, dan dijaga pada akhirnya akan kembali menyatu dengan tanah dan menjadi debu.

Lukisan ini seolah mengingatkan bahwa waktu adalah kekuatan yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh manusia. Tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan penuaan, menolak kematian, atau membawa seluruh miliknya ketika meninggalkan dunia. Cepat atau lambat, semua akan ditinggalkan atau dihancurkan oleh waktu.

Ironisnya, meskipun sejarah manusia penuh dengan pelajaran tentang kehancuran akibat kesombongan, fenomena itu terus berulang hingga hari ini. Dari masa ke masa, selalu ada orang yang merasa dirinya lebih tinggi daripada yang lain. Merasa paling berkuasa karena jabatannya. Merasa paling hebat karena ilmunya. Merasa paling kaya karena hartanya. Merasa paling kuat karena pengaruhnya.

Padahal sejarah telah menunjukkan bahwa banyak kerajaan runtuh karena kesombongan. Banyak pemimpin kehilangan kehormatan karena keangkuhan. Banyak orang besar jatuh karena merasa dirinya tidak mungkin tergantikan. Namun manusia sering kali lupa bahwa apa yang dimiliki hari ini hanyalah titipan yang bersifat sementara.

Dalam konteks tersebut, lukisan ini bukan hanya berbicara tentang kerendahan hati, tetapi juga tentang kesadaran eksistensial. Kesadaran bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling tinggi di mata manusia, melainkan kesempatan untuk menjadi pribadi yang bernilai di hadapan Tuhan.

Karya ini mengajak penikmatnya untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang sebenarnya layak dibanggakan?

Apakah kekayaan yang suatu hari akan ditinggalkan?

Apakah jabatan yang sewaktu-waktu dapat berakhir?

Apakah pujian manusia yang mudah berubah?

Ataukah kebaikan yang telah diberikan kepada sesama?

Karena ketika ajal tiba, seluruh atribut duniawi kehilangan maknanya. Tidak ada rekening bank yang ikut dibawa. Tidak ada kendaraan mewah yang menemani perjalanan terakhir. Tidak ada gelar, pangkat, atau popularitas yang mampu mengubah kenyataan bahwa manusia kembali kepada Tuhannya dengan tangan kosong. Yang tersisa hanyalah jejak kehidupan Tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Dan amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidup.

Namun karya ini tidak sedang merendahkan nilai manusia. Sebaliknya, ia justru mengangkat martabat manusia pada tingkat yang lebih tinggi. Sebab meskipun manusia hanyalah seperti sebutir debu di hadapan kebesaran Tuhan, setiap jiwa tetap memiliki nilai yang sangat berharga. Debu memang kecil, tetapi keberadaannya tetap memiliki makna. Demikian pula manusia.

Ukuran kebesaran seseorang bukan ditentukan oleh seberapa tinggi ia berdiri di atas orang lain, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat ia berikan kepada sesama. Bukan tentang berapa banyak yang dimiliki, tetapi tentang berapa banyak yang dibagikan. Bukan tentang seberapa kuat ia terlihat, tetapi tentang seberapa tulus ia menggunakan kekuatannya untuk kebaikan.

Pada akhirnya, "Setiap Jiwa Hanyalah Sebutir Debu" adalah sebuah pengingat tentang kerendahan hati, kefanaan hidup, dan nilai sejati manusia. Karya ini mengajak kita untuk melepaskan kesombongan yang sering membutakan hati dan menggantinya dengan kesadaran bahwa segala sesuatu di dunia hanyalah sementara.

Karena pada saat semua yang dibanggakan sirna, yang tersisa bukanlah kekayaan, kekuasaan, ataupun ketenaran, melainkan kebaikan yang telah ditanamkan dalam kehidupan. Dan meskipun manusia hanyalah sebutir debu di hadapan kebesaran Tuhan, debu itu dapat memiliki derajat yang sangat tinggi apabila hidupnya dipenuhi manfaat, kasih sayang, tanggung jawab, dan ketulusan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Monday, November 16, 2020

Saat Lukisan Abstrak berbicara tentang waktu

Judul: Waktu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 120cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Makna dan pesan lukisan:
Waktu sebagai penanda dan pembatas usia segala mahkluk bahwa tidak ada yang abadi di Dunia, didalam waktu ada proses tumbuh kembang bagi setiap mahkluk bernyawa, mulai dari sebuah sel hingga menjadi wujud sempurna.

Sejak saat Dunia diciptakan, waktu tidak pernah berubah, siang dan malam senantiasa berjalan secara teratur, yang berubah cepat adalah perkembangan jaman, generasi berganti generasi, setiap jaman terjadi perubahan serta perbedaan cara dan gaya hidup.

Waktu terus berjalan, perubahan jaman terus berkembang , generasi berganti generasi, gaya dan cara hidup terus mengalami perubahan, semua ada dalam lingkaran waktu dan tidak ada yang abadi.

Misteri waktu ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan, manusia tidak bisa kembali ke waktu masa lalu, segala yang terjadi di masa sekarang adalah sebab akibat dari masa lalu, dan manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.


Friday, November 13, 2020

Lukisan Wanita anggun bermain piano

Judul: a beautiful pianist
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2018


Informasi harga dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11
Email: henoairlangga@gmail.com

Lukisan seorang wanita cantik memainkan piano dengan jari jemarinya yang lentik menghasilkan nada-nada indah, harmoni dan simphoni berpadu dengan karya seni memanjakan jiwa dalam menikmati indahnya kehidupan.

Dunia menjadi indah penuh dengan semangat dan keceriaan dengan hadirnya instrumen musik di dalamnya, salah satu instrumen musik yang bisa menghadirkan kedamaian dan kenyamanan adalah piano, dari setiap tuts nada yang dimainkan bisa tercipta alunan musik merdu.

Lukisan Wanita bermain Piano, jari jemarinya menari anggun diatas tuts piano menciptakan nada-nada alunan musik nan indah, bermain dengan penuh penghayatan serta menjiwai dari setiap alunan musik yang dimainkan.

Lukisan wanita bermain piano merupakan wujud apresiasi tinggi dari pelukis untuk para Pianis, karena alunan musik yang mereka ciptakan merupakan salah satu pemicu munculnya inspirasi saat berkarya, berkarya sambil mendengarkan alunan musik piano akan membuat hasil karya semakin berkualitas.

Wednesday, November 4, 2020

Lukisan 5 anak kucing lucu menggemaskan

Lukisan 5 anak kucing lucu menggemaskan, siapapun yang melihat tingkah polah para anak kucing ini akan terhibur, kelucuan anak kucing ini diabadikan dalam sebuah karya seni lukisan, momen dimana 5 anak kucing seolah sadar bahwa mereka sedang dipotret, dengan kepolosan mereka saling unjuk pose berdesakan seolah berebut ingin menjadi yang terdepan.

Momen istimewa 5 anak kucing ini dilukis dengan goresan-goresan artistik tebal bertekstur, dengan goresan dan cat tebal seolah menegaskan dan menonjolkan bagaimana sikap kepolosan mereka yang seolah sadar dan berebut ingin menjadi yang terdepan.

Judul: 5 Anak Kucing
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 79cm x 150cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2018


Informasi Harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp; 081 329 7 329 11



Wednesday, October 28, 2020

>> LUKISAN KONTEMPORER ARTISTIK " POTRET WAJAH PICASSO "

Judul: Pablo Picasso
Pelukis:  Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017



Informasi  harga  dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Si jenius Pablo picasso membuat dunia begitu mengagumi karyanya. Ketika masih anak-anak, dia mendedikasikan waktunya untuk menggambar, bukannya bermain dan belajar hafalan. Melukis dengan mempopulerkan gaya kubismenya, Picasso membuat langkah awal pada lahirnya seni modern.

Picasso memiliki sifat yang selalu ingin belajar. Perbedaan kota atau negara bukan suatu halangan untuk memperoleh beragam ilmu. Di usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu.

Banyak seniman-seniman masyhur ditandai oleh satu macam gaya dasar. Tidaklah demikian Picasso. Dia menampilkan ruang luas dari berbagai gaya yang mencengangkan. Kritikus-kritikus seni memberi julukan seperti "periode biru", "periode merah muda", "periode neo-klasik", dan sebagainya. Dia merupakan salah satu dari cikal bakal "Kubisme," Dia kadang ikut serta, kadang menentang perkembangan-perkembangan baru dalam dunia lukis-melukis modern. Mungkin tak ada pelukis dalam sejarah yang sanggup melakukan karya dengan kualitas begitu tinggi dengan lewat begitu banyak gaya dan cara.

Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya. Yang menarik, Picasso sering berganti gaya lukisan. Ini bisa terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti dari gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.

Gaya kubisme inilah yang mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Kalau sebelumnya lukisan wanita mudah dikenali wajah modelnya, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali lagi, seperti yang ia tuangkan lewat karya Demoiselles d'Avignon. Ini bukan berarti Picasso sembarangan saja membuat lukisan. Ia sebelumnya telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.

Ketidak sembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme temuan Picasso ini mengubah wawasan dunia akan penilaian suatu lukisan. lukisan bukan saja sebagai keindahan seni, tetapi merupakan pula sebagai hasil penelitian dan eksperimen.

Tuesday, October 27, 2020

>> LUKISAN POTRET WAJAH PELUKIS DULLAH DALAM GORESAN ARTISTIK BERTEKSTUR

Judul: Pelukis Dullah
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 70cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Lukisan potret wajah pelukis maestro terkenal Indonesia " Dullah " dilukis dalam goresan artistik bertekstur, perpaduan lukisan jari tangan dan brushstroke, untuk memberikan karakter tegas dan pembeda pada sebuah karya seni. 

Dullah (lahir di Surakarta, 17 September 1919 – meninggal di Yogyakarta, 1 Januari 1996 pada umur 76 tahun) adalah salah satu pelukis aliran realisme ternama Indonesia. Ia adalah salah satu pelukis dan kurator seni rupa istana, semasa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Dullah lahir di Surakarta, dari keluarga dari keluarga pembatik. Ia belajar melukis dari S. Sudjojono dan Affandi, sewaktu menjadi anggota kelompok Seniman Indonesia Moeda (SIM). Semasa pendudukan Belanda di Yogyakarta, Dullah dan pelukis-pelukis muda lainnya banyak mengabadikan berbagai peristiwa perjuangan dan peperangan yang terjadi, sehingga ia juga dikenal sebagai "pelukis revolusioner". Atas rekomendasi S. Soedjono, pada masa pendudukan Jepang, Dullah pernah bergabung dengan Poetera (Poesat Tenaga Rakjat). Salah satu poster perjuangan terawal, Boeng, Ajo Boeng, menggambarkan laki-laki memutus belenggu dengan latar bendera merah putih, dilukis oleh Affandi dengan menggunakan Dullah sebagai modelnya. 

Pada tahun 1950, Dullah sempat mendirikan Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Pada tahun yang sama, ia kemudian ditunjuk sebagai seniman dan kurator seni rupa istana, yang dijabatnya kira-kira selama 10 tahun. Dullah pernah menjadi penyusun buku Lukisan-lukisan dan Patung-Patung Koleksi Presiden Sukarno, yaitu jilid pertama dan kedua (dari keseluruhan empat jilid) yang diselesaikannya pada tahun 1956. Sebagai pelukis istana, Dullah juga berpartisipasi memperbaiki rancangan Garuda Pancasila yang dibuat oleh Sultan Hamid II, berdasarkan arahan dari Presiden Soekarno, sehingga menjadi bentuknya sekarang. 

Pada tahun 1974, Dullah mendirikan sanggar lukis di Pejeng, Bali, dan memberikan bimbingan pada seniman muda setempat. Pada tahun 1984, menerbitkan buku Karya dalam Peperangan dan Revolusi, yang memuat karya-karya di masa perjuangan. 

Dullah menikah dengan Jan Jaerabby Fatima, yang berketurunan India, serta mengangkat anak angkat bernama Sawarno. Dullah meninggal dunia di RS Panti Rapih, Yogyakarta, pada tanggal 1 Januari 1996. Ia dimakamkan di pemakaman umum Purwoloyo, Surakarta, berdampingan dengan makam istrinya. 

Ratusan karya Dullah ditampilkan secara khusus dalam sebuah museum, yaitu Museum Dullah di Surakarta, yang mencakup karya-karyanya antara tahun 1939 sampai dengan tahun 1993. Pada tahun 2016, museum tersebut resmi dibuka untuk kunjungan rombongan, dengan syarat dan tujuan tertentu. 

Monday, October 26, 2020

>> LUKISAN PAHLAWAN NASIONAL " BUNG HATTA "

Judul: Mohammad Hatta
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020



Informasi harga dan pembelian:
Email: heoairlangga@gmail.com
Tepl-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Bukan menjadi rahasia bahwa Bung Hatta, begitu ia akrab disapa, adalah sosok yang sederhana. Ia pernah meminta asistennya untuk mengembalikan dana taktis wakil presiden yang sebenarnya merupakan haknya.

Semua tawaran untuk menjabat sebagai komisaris perusahaan nasional dan internasional pernah ditolak Bung Hatta. Bahkan jabatan yang ditawarkan Bank Dunia pun pernah dia tolak.

Mohammad Hatta merupakan sosok wakil presiden pertama Republik Indonesia. Ia menjabat mendampingi Soekarno. Keduanya lantas hingga kini dikenang sebagai sosok proklamator bangsa.

Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902, perjalanan karier politiknya dimulai sejak ia aktif dalam organisasi Sumaranen Bond wilayah Padang. Tak hanya sebagai sosok politisi, ia juga dikenal sebagai sosok negarawan dan pelopor koperasi.

Tak hanya sederhana dan suka membaca, Bung Hatta ternyata mendapatkan sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari sejumlah universitas terbaik dan kenamaan nusantara.

27 November 1956, Bung Hatta mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Gelar yang sama di bidang hukum diterimanya pada tahun 1975 dari Universitas Indonesia.

Selain itu, Universitas Padjajaran (Unpad) memberikan jabatan guru besar luar biasa kepada Bung Hatta di bidang politik.

Sunday, October 25, 2020

Gejolak Dunia dan Masa Depan Manusia, Refleksi dalam Sebuah Lukisan Modern

Judul: Saat Dunia bergejolak 
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 200cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.167.500.000;


Sejak awal peradaban manusia, dunia tidak pernah benar-benar berada dalam keadaan diam. Bumi terus berputar pada porosnya, waktu terus bergerak tanpa henti, dan sejarah terus menuliskan babak-babak baru yang penuh perubahan. Setiap generasi menghadapi tantangannya sendiri. Setiap zaman memiliki gejolak yang berbeda. Ketika satu konflik berakhir, konflik lain muncul. Ketika satu krisis mereda, tantangan baru mulai tumbuh. Dunia selalu bergerak dalam siklus dinamika yang tidak pernah sepenuhnya dapat diprediksi.

Lukisan modern ekspresionis berjudul "Saat Dunia Bergejolak" karya Heno Airlangga merupakan refleksi visual yang kuat tentang realitas tersebut. Melalui sapuan-sapuan kuas yang agresif, tekstur yang kasar, bentuk-bentuk yang terdistorsi, serta perpaduan warna gelap, merah, putih, dan cokelat yang saling bertabrakan, karya ini menghadirkan suasana ketidakpastian, tekanan, dan perubahan yang terus berlangsung di panggung kehidupan dunia.

Secara visual, lukisan ini tidak menawarkan ketenangan. Tidak ada garis yang benar-benar stabil. Tidak ada bentuk yang sepenuhnya utuh. Semua elemen tampak bergerak, bertabrakan, dan berjuang mencari keseimbangan. Komposisi seperti ini menjadi simbol dari kondisi dunia yang selalu berada dalam proses perubahan. Dunia bukanlah tempat yang statis, melainkan sebuah sistem besar yang dipenuhi interaksi kepentingan, kekuatan, ambisi, dan berbagai peristiwa yang saling memengaruhi.

Warna-warna gelap yang mendominasi karya ini menggambarkan berbagai ketidakpastian yang sering menyelimuti kehidupan global. Sementara semburat merah yang muncul di berbagai bagian lukisan menghadirkan kesan konflik, ketegangan, dan energi destruktif yang sewaktu-waktu dapat muncul dalam kehidupan manusia. Di sisi lain, warna putih yang menyusup di antara lapisan-lapisan warna gelap memberikan kesan harapan, kemampuan bertahan, dan peluang untuk terus melangkah di tengah kekacauan yang ada.

Karya ini mengajak penikmatnya melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Dalam kehidupan modern, gejolak dunia tidak lagi hanya menjadi urusan negara-negara besar atau para pemimpin dunia. Dampaknya dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat, bahkan hingga individu yang berada jauh dari pusat peristiwa.

Ketika perang terjadi di satu wilayah, harga energi dan bahan pangan dapat berubah di berbagai belahan dunia. Ketika terjadi konflik geopolitik, pasar keuangan bergejolak dan memengaruhi perekonomian masyarakat luas. Ketika bencana alam melanda suatu negara, rantai pasokan global dapat terganggu. Ketika persaingan pengaruh antarnegara meningkat, arah investasi, perdagangan, dan peluang ekonomi pun ikut berubah.

Semua peristiwa tersebut pada akhirnya menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat biasa. Harga kebutuhan pokok berubah, lapangan pekerjaan bergeser, peluang usaha muncul dan hilang, serta cara hidup masyarakat ikut beradaptasi dengan keadaan yang baru.

Lukisan ini seolah memperlihatkan bahwa manusia modern hidup dalam sebuah jaringan besar yang saling terhubung. Tidak ada lagi peristiwa besar yang benar-benar jauh. Apa yang terjadi di satu sudut dunia dapat memberikan dampak hingga ke rumah-rumah kecil, keluarga sederhana, bahkan keputusan-keputusan pribadi setiap individu.

Namun di balik gejolak tersebut, karya ini juga menyampaikan pelajaran penting mengenai kemampuan bertahan hidup. Sejarah menunjukkan bahwa bukan selalu yang paling kuat yang mampu bertahan, melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Perubahan adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Gejolak adalah bagian alami dari perjalanan dunia. Ketidakpastian adalah kenyataan yang harus diterima.

Pertanyaannya bukan apakah dunia akan kembali bergejolak, melainkan apakah manusia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Dalam konteks inilah lukisan "Saat Dunia Bergejolak" menjadi sangat relevan. Karya ini mengingatkan bahwa setiap individu perlu membangun strategi hidup yang lebih matang. Ketika keadaan sedang baik, itulah saat terbaik untuk memperkuat fondasi. Ketika peluang masih terbuka, itulah saat untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci utama. Dunia yang berubah cepat menuntut manusia untuk terus belajar. Teknologi berkembang, pola ekonomi bergeser, kebutuhan pasar berubah, dan cara hidup masyarakat pun ikut mengalami transformasi. Mereka yang kaku terhadap perubahan berisiko tertinggal, sementara mereka yang mampu membaca arah perubahan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Selain adaptif, karya ini juga menekankan pentingnya antisipasi. Banyak krisis besar tidak datang secara tiba-tiba. Sering kali terdapat tanda-tanda yang muncul jauh sebelumnya. Individu yang memiliki kebiasaan berpikir ke depan akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Mereka memahami bahwa ketenangan hari ini bukan jaminan bahwa keadaan akan selalu sama esok hari.

Di tengah dunia yang terus berubah, manusia memerlukan lebih dari sekadar keberanian. Mereka membutuhkan ketenangan berpikir, kemampuan membaca situasi, fleksibilitas dalam bertindak, dan kesiapan menghadapi berbagai skenario kehidupan. Seperti seorang pelaut yang tidak dapat mengendalikan badai, tetapi dapat mempersiapkan kapalnya agar mampu melewati gelombang yang datang.

Pada akhirnya, "Saat Dunia Bergejolak" bukanlah lukisan tentang ketakutan, melainkan tentang kesadaran. Kesadaran bahwa dunia akan terus bergerak, perubahan akan terus datang, dan gejolak akan selalu menjadi bagian dari sejarah manusia. Namun di tengah semua itu, selalu ada ruang bagi mereka yang siap, yang mampu beradaptasi, dan yang memiliki strategi untuk menghadapi masa depan.

Karya ini menjadi pengingat bahwa ketika dunia sedang bergejolak, harapan tidak terletak pada kemampuan menghentikan perubahan, melainkan pada kemampuan manusia untuk memahami perubahan tersebut, menyesuaikan diri, dan tetap melangkah maju. Karena dalam setiap gejolak, selalu ada tantangan yang harus dihadapi, tetapi juga peluang yang menunggu untuk ditemukan.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Friday, October 23, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK EKSPRESIONIS " MENUTUP HITAM DENGAN ABU-ABU "

Judul: Menutup hitam dengan abu-abu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 82cm x 71cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Makna dan pesan lukisan:
Menutup hitam dengan abu-abu merupakan gambaran suatu kesalahan yang ditutupi dengan kamuflase kebenaran, atau suatu kejahatan yang ditutupi dengan kamuflase kebaikan.

Mereka bisa sebut sebagai aktor besar “ Dalang “ yang bersembunyi dibalik kebenaran atau kebaikan, mempengaruhi, memanfaatkan dan menggunakan orang lain untuk tujuan obsesinya.

Rencana jahat, niat busuk dibungkus dengan kata-kata kebaikan bahkan bersumpah serapah atas nama Tuhan agar orang-orang bersimpati dan bersedia mati demi obsesinya.

Menutup hitam dengan abu – abu, menyamarkan kejahatan agar seolah tampak seperti kebaikan, banyak orang yang terpengaruh olehnya, tidak peduli strata pendidikanya, mulai dari orang awam hingga orang berpendidikan bisa terjebaknya.

Saat hati terasa tidak nyaman, saat hati terusik dikala melangkah dan berbuat, itu bisa menjadi sebuah petunjuk bahwa diri telah melangkah diwilayah abu-abu.

Karena hati akan terasa nyaman saat sikap dan perbuatan berada dalam kebaikan, kebenaran dan memberikan manfaat baik untuk orang lain serta lingkungan sekitar, tidak merusaknya, itulah kebenaran dan kebaikan sesungguhnya.

Wednesday, October 21, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK MODERN " MELEWATI SETIAP MASA "

 

Judul: Melewati setiap masa
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 81cm x 150cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Suka atau duka, sedih atau bahagia, susah atau senang, kesulitan atau kemudahan, kaya atau miskin, masa aman atau masa perang, semuanya ada dalam masa waktu kehidupan. Setiap manusia memiliki dan melalui masa hidupnya masing-masing.

Emosi perasaan manusia merespon setiap kejadian, perjalanan masa kehidupan tidak statis, apa yang terjadi didalamnya adalah misteri,manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya, apa yang akan terjadi dalam kehidupanya dimasa depan, meski hanya dalam hitungan detik.

Segala kejadian disetiap masa harus disikapi dengan ketabahan dan kesabaran, terutama kejadian-kejadian duka atau musibah yang pasti akan dilalui, dimana datangnya seringkali tidak disangka dan tidak diduga secara tiba-tiba, karena seringkali manusia tidak siap dengan kejadian-kejadian  tersebut, depresi, trauma bahkan gila jika manusia tidak siap dan tidak menguatkan dirinya.

Ada duka juga ada bahagia, saat manusia melalui masa bahagia, masa kemudahan, senantiasa menikmati dan mensyukuri karunia Tuhan adalah sikap terbaik agar masa-masa indah tersebut akan senantiasa selalu bersamanya hingga akhir hayat.

Namun, kebanyakan manusia terlena dalam kenikmatan sesaat tersebut, saat masa senang berganti masa susah, mereka tidak siap, memarahi nasib, menyalahkan Tuhan, depresi, gila bahkan bunuh diri adalah segala kemungkinan yang bisa terjadi saat manusia tidak siap menghadapi masa sulit.

Melewati setiap masa adalah pertaruhan derajat manusia dihadapan Tuhan, apakah manusia akan berhasil melewati segala ujian ataukah gagal. Tuhan akan meninggikan derajat manusia melebihi kemuliaan malaikat saat berhasil dalam berbagai ujian kehidupan, sebaliknya Tuhan akan merendahkan derajat manusia melebihi binatang saat menjadi manusia jahat dan gagal dalam ujian kehidupanya.

Monday, October 19, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK MELALUI MASA SULIT DI TENGAH PANDEMI COVID -19

Judul: Melalui masa sulit di tengah pandemi covid 19 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 121cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020



Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlanga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Makna dan pesan lukisan:
Dunia terhentak kaget oleh sebuah peristiwa besar pandemi covid-19, dampak luar biasa yang ditimbulkan menyasar seluruh lapisan kehidupan, bukan hanya pertaruhan kesehatan, dalam skala lebih besar yaitu kehidupan sosial ekonomi, kehidupan umat manusia benar - benar diuji.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan ada sebuah gejolak besar dalam tatanan kehidupan sejarah manusia modern, sebuah pandemi yang dampaknya secara global dengan skala luas. Peraturan, perilaku dan kegiatan yang mustahil tidak dilakukan menjadi mustahil untuk dilaksanakan. Peraturan, perilaku dan aktifitas yang mustahil dilakukan menjadi sebuah peraturan yang harus dilaksanakan. 

Semua lapisan masyarakat dari yang atas sampai sampai bawah merasakan dampak berat dari pendemi covid -19, semua negara baik kaya maupun miskin merasakan beratnya dampak covid-19.

Semua orang, semua negara bersama melalui masa-masa sulit yang begitu kelam yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, harapan akan datangnya mukjizat dari Tuhan adalah harapan sama dari seluruh umat manusia yaitu berakhirnya covid -19 bersamaan dengan dampak yang ditimbulkanya.

Lukisan abstrak dengan bidang berlapis dan bernuansa gelap pada bagian bawah lukisan adalah gambaran dari kesulitan dan kegelapan hidup yang dialami semua semua orang di semua negara di Dunia, semua lapisan masyarakat. Alur – alur abstrak menuju keatas merupakan gambaran perjuangan umat manusia melalui masa-masa sulit ditengah pandemi covid-19. Goresan bidang abstrak bagian lukisan atas bernuansa putih terang adalah gambaran harapan sama dari seluruh umat manusia akan turunya mukjizat pertolongan Tuhan “berakhirnya covid -19 dan dampak yang ditimbulkanya “ , karena pada hakekatnya semua yang ada di alam  semesta jagad raya ada dalam kuasa Tuhan YME secara mutlak.

Saturday, October 17, 2020

>> LUKISAN POTRET LEONARDO DA VINCI SEORANG SENIMAN MULTI TALENTA

Leonardo da Vinci dikenal sebagai pelukis, pematung, arsitek, penulis, penemu, filsuf, dan musisi Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe “manusia Renaisans” dan “genius universal”. Namanya begitu berkibar hingga kini berkat salah satunya karya lukisnya, “Mona Lisa” dan “The Last Supper” (Perjamuan Terakhir).

Leonardo juga amat berjasa dalam sains. Ia mendesain begitu banyak penemuan yang mengantisipasi teknologi modern yang sayangnya jarang dibuat semasa hidupnya. Sebagai contoh ide-idenya tentang tank, mobil, prototipe pesawat dan helikopter yang ia tuangkan dalam gambar-gambar dwiwarna.

Selain itu, Leonardo juga turut mengembangkan ilmu anatomi tubuh, astronomi, serta teknik sipil.

Berikut adalah lukisan potret Leonardo da vinci yang seorang jenius multi talenta.


Judul: Leonardo da Vinci
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 70cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Thursday, October 15, 2020

>> MARK ROTHKO TOKOH PELOPOR LUKISAN ALIRAN ABSTRAK EKSPRESIONIS

Judul: Mark Rothko
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Dalam dunia seni rupa siapa yang tidak kenal dengan Mark Rothko, seniman fenomenal dengan karya-karya lukisanya yang sangat sederhana namun bernilai fantastis hingga diatas Rp.1 Triliun.

Diatas adalah lukisan potret wajah seniman Mark Rothko yang saya lukisan dengan nuansa dan goresan sesuai dengan keinginan saya, tanpa ada arahan atau masukan dari orang lain, saya benar-benar bebas dan terlepas dari segala beban dalam membuat lukisan potret Mark Rothko ini.

Untuk mengenal sedikit lebih dalam siapakah pelukis Mark Rothko, berikut ulasan singkatnya.

Mark Rothko lahir pada tanggal 25 September 1903 dan meninggal pada Tahun 1970. Mark Rothko lahir dari orang tua yang berdarah Rusia dan Yahudi, meskipun dia berkewarnegaraan Amerika. Tidak heran banyak karyanya yang mengamati radikalisme politik di Eropa Timur dan juga tentang para imigran Yahudi yang sampai di Amerika sekitar tahun 1880 – 1920. Dia lahir dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dan orang tuanya lebih mengajarkan hal-hal yang sekular dan politis kepada anak-anak mereka ketimbang memberikan pelajaran agama. Masa kecil Rothko penuh dengan ketakutan, karena saat itu orang Yahudi sering disalahkan karena kejadian-kejadian buruk yang terjadi saat itu.

Kesuksesan Rothko sebagai seorang pelukis mulai terjadi saat dirinya diliput oleh majalah Fortune, dan juga karena lukisannya banyak dibeli oleh orang-orang terkenal. Keuangannya lalu membaik, tapi saat itu dia masih mengajar di Brooklyn College. Pada tahun 1954, Rothko mengadakan pameran tunggalnya yang pertama di Art Institute of Chicago. Tapi ternyata ketenaran ini malah membuat Rothko merasa semakin tidak dimengerti oleh orang-orang. Dia takut orang-orang hanya membeli lukisannya supaya terlihat keren, dan bukan karena benar-benar suka dengan karyanya.

Wednesday, October 14, 2020

>> LUKISAN JENDERAL BESAR SOEDIRMAN BERNUANSA KLASIK

Judul: Jendral Soedirman
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 71cm x 53cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Jenderal Besar Soedirman lahir 24 Januari 1916, meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. 

Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam. 

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut. Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip, yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staff. 

Sembari menunggu pengangkatan, Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember. Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah Perjanjian Linggarjati –yang turut disusun oleh Soedirman – dan kemudian Perjanjian Renville –yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia. Ia juga menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Ia kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis-nya; karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948.

Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Pada saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di dekat Gunung Lawu. 

Dari tempat ini, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Penyakit TBC yang diidapnya kambuh; ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Kematian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman. Soedirman terus dihormati oleh rakyat Indonesia. Perlawanan gerilyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi tentara Indonesia, dan rute gerilya sepanjang 100-kilometer (62 mi) yang ditempuhnya harus diikuti oleh taruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer. Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, museum, dan monumen. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Referensi

Saturday, October 10, 2020

>> LUKISAN MELODI CINTA SEPASANG IKAN ARWANA

Judul: Melodi Cinta sepasang ikan Arwana
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 143cm x 100cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2018

Lukisan berjudul Melodi Cinta sepasang ikan arwana sebagai simbol sebuah kesetiaan dalam hubungan cinta dan kasih sayang, tarian liukan ikan arwana begitu indah seindah cinta, ikan arwana memancarkan pesona kecantikan yang mampu menjadi pusat perhatian dan mengundang perhatian siapapun untuk menikmati pesonanya.

Nuansa cinta dalam balutan goresan ekspresif dari lukisan sepasang ikan arwana untuk siapapun yang memberikan penghormatan tinggi pada kesetiaaan, baik dalam hubungan percintaan, persahabatan dan pekerjaan.

Lukisan stok tersedia, lukisan bersertifikat keaslian dari pelukis, lukisan lengkap dengan frame jati mewah, gratis ongos kirim ke seluruh Indonesia.

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Friday, October 9, 2020

>> MOTIVASI, SEMANGAT DAN KEKUATAN DIBALIK LUKISAN ABSTRAK MODERN

Judul: Kekuatan dalam diri
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 101cm x 70cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 239 11

Setiap manusia dibekali kekuatan didalam dirinya masing-masing, seberapa besar potensi kekuatan tersebut ? setiap orang memiliki tingkat kemampuanya masing-masing didalam menggunakan potensi kekuatan didalam dirinya, semakin besar tingkat keberanian seseorang, semakin besar pula potensinya untuk menggunakan kekuatan didalam dirinya.

Kekuatan dalam diri meliputi kekuatan imajinasi, kekuatan pikiran ( mental ), kekuatan kesabaran ( hati ), kekuatan phisik ( otot ), dengan seluruh sumber kekuatan dalam diri, seseorang bisa melakukan lompatan besar dalam hidupnya, yang pada awalnya dianggap orang lain remeh dan rendah, seiring berjalanya proses waktu, ia bisa membalikan keadaan, ia menjadi orang besar yang dihormati dan disegani.

Sebaliknya, banyak orang yang selama hidupnya datar saja, atau bahkan untuk mengurus diri sendiri tidak bisa, tidak berani melangkah mengambil lompatan ekstrim dalam hidupnya karena takut akan bayangan – bayangan nya sendiri atau karena kemalasan, merasa sudah nyaman dalam tekanan keterbatasan hidup yang dijalani. Padahal mereka memiliki semua potensi kekuatan dalam diri untuk melompat tinggi menjadi apapun yang di inginkan, menjadi manusia yang berpengaruh bagi kehidupan.

Batasan kekuatan dalam diri seseorang adalah takut dan kemalasan, sedangkan pendobrak batasan kekuatan dalam diri adalah semangat dan keberanian.

Lukisan goresan bidang abstrak solid dengan alur kuat pada setengah bagian bawah lukisan merupakan gambaran potensi sumber segala kekuatan dalam diri seseorang, kekuatanya bisa merubah Dunia, bisa mempengaruhi kehidupan.

Pada setengah bagian atas lukisan adalah goresan abstrak bidang perspektif luas dan tinggi merupakan gambaran peluang atau kesempatan yang diberikan oleh kehidupan kepada semua manusia adalah sama, mereka bisa melompat tinggi untuk menjadi apapun yang di inginkan, dengan berbekal potensi kekuatan dalam diri.

Garis abstrak membentang horizontal ditengah lukisan adalah gambaran batasan “ kekuatan dalam diri “ dengan “ hamparan cita-cita “ untuk mewujudkanya harus memiliki keberanian untuk mendobrak batasan yang mengekang “ kekuatan dalam diri “