Daftar pengunjung terbaru

Sunday, November 29, 2020

Misteri dibalik lukisan Ekspresionis " Melawan Hitam "

Judul: Melawan Hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 44cm x 67cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 32911

Pesan dan makna:
Pikiran dan hati setiap saat selalu bekerja merespon segala informasi, bisikan, rayuan dan godaan, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang putih, ada yang hitam, juga ada yang samar diantara hitam dan putih.

Lukisan abstrak melawan hitam bermakna melawan semua bisikan negatif yang ada didalam hati, melawan pemikiran negatif yang menjerumuskan pada perilaku tidak baik.

Melawan hitam merupakan wujud perjuangan mulia untuk menjadi manusia hebat yang sesungguhnya, tidak ada batas waktu bagi manusia untuk berhenti melawan bisikan hitam dalam jiwa, seumur hidup berjuang melawan bisikan hitam.

Bisikan hitam mengajak manusia agar terjerumus kedalam perbuatan jahat, yang pada akhirnya jatuh kedalam jurang kesengsaraan. Banyak manusia yang terjerumus dalam kejahatan karena tidak mampu melawan bsisikan hitam dalam diri.

Tidak mudah melawan bisikan hitam dalam diri, karena setiap saat ia bisa masuk dalam pikiran dan hati tanpa disadari, mengacaukan pikiran dan menumbuhkan keraguan dalam hati.
Prinsip ingin menjadi orang baik, menjadi kunci keberhasilan dalam melawan bisikan hitam.

Friday, November 27, 2020

Karya seni modern berserah diri tingkatan tertinggi hubungan Manusia dengan Tuhan

Judul: Berserah Diri
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian Lukisan:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329  7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Berserah diri merupakan tingkatan tertinggi hubungan antara seorang Manusia (hamba) dengan Sang Maha Pencipta - Tuhan YME, manusia sadar bahwa sehebat apapun dia, tidak membuatnya angkuh dan berbesar diri, ia selalu merasa diatas segalanya ada kuasa Tuhan. Tunduk, taat dan patuh pada Tuhan YME, entah apapun keyakinanya.

Berserah diri bukan bermakna menyerah pada nasib, namun sebaliknya, ia adalah titik akhir dari sebuah proses usaha maksimal, bahwa ada kuasa Tuhan dititik akhir dari usahanya, gagal atau berhasil ada dalam kuasa Tuhan, Dia yang menentukan. Dititik akhir itulah, manusia di uji akan ketaatanya, apakah ia akan berserah diri dan ingat kepada Tuhan, apakah ia akan lupa pada Tuhan YME dan sombong atas keberhasilanya, atau apakah ia akan menyalahkan Tuhan atas kegagalanya.

Sebagai catatan penting bahwa keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan dan kesulitan, semua adalah ujian dari Tuhan, dan dibalik itu semua ada hikmah dan kebaikan bagi manusia, dengan ketentuan jika manusia tersebut ikhlas serta sabar menjalaninya dengan selalu berserah diri kepada-Nya.

Thursday, November 26, 2020

Makna Lukisan modern " Dunia imajinasi tanpa batas "

Judul: Dunia Imajinasi
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Acrylic on canvas 
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna Lukisan :
Dunia Imajinasi tanpa batas, dan akan terus berkembang seiring berjalanya waktu. Peradaban Dunia, kultur dan budaya merupakan cermin dari Dunia imajinasi manusia.

Dunia imajinasi merupakan dapur dari pengetahuan manusia, disana segala informasi dari luar dan pengalaman diolah, dikombinasi hingga menghasilkan ide atau gagasan. Semua bidang ilmu pengetahuan, Seni, teknologi, kesehatan, dll, bisa terus berkembang karenan manusia memiliki pemikiran yang didalamnya terdapat Dunia imajinasi atau alam imajinasi.

Dunia imajinasi bisa menghasilkan ide atau gagasan yang belum pernah terpikir sebelumnya, melalui dunia imajinasi manusia bisa mewujudkan apapun yang terpikirkan dalam imajinasi nya.
Manusia bisa terbang, manusia bisa saling terhubung antar benua dalam sekejap, manusia bisa terbang ke luar angkasa, itu adalah contoh sebagian kecil hasil dari imajinasi manusia sebelumnya.
Dunia imajinasi itu penuh warna, penuh keindahan, penuh hayalan tentang masa depan yang bisa menjadi nyata.

Tuesday, November 24, 2020

Lukisan abstrak semangat dan kebebasan adalah kombinasi kekuatan untuk sukses

Judul: Semangat dan Kebebasan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142cm x 202cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Pesan dan makna Lukisan:
Semangat dan kebebasan jika disatukan akan memiliki kekuatan tersendiri yang akan mampu menembus alam imajinasi seseorang, tiada beban yang menghalangi dalam diri untuk mencapai imajinasi tanpa batas mencari jalan meraih impian kesuksesan, menemukan ide-ide besar yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, bahkan oleh orang lain.

Semangat dan kebebasan laksana air mengalir menembus bebatuan menuju laut lepas, disana ada banyak halangan bebatuan dan sungai berliku, namun air tetap mengalir hingga sampai ditujuan akhir laut lepas.

Begitu juga dengan semangat dan kebebasan, seseorang akan berangkat menuju kesuksesan, meski ia mengerti akan banyak halangan dan rintangan di depan selama dalam proses perjalanan, namun ia tetap berjalan maju hingga sampai dititik tujuan akhir yaitu kesuksesan.

Sunday, November 22, 2020

Saat manusia berani bebas berekspresi untuk hal positif, tidak ada beban dalam dirinya

Judul: Ekspresi kebebasan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 140cm x 100,5cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016

Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Filosofi dan makna Lukisan:
Ekspresi bebas ( Hitam, Putih dan Orange ). Orang yang mampu mencapai pada tingkatan tertinggi dari kemampuan atau potensi dalam dirinya adalah orang yang bisa mengekspresikan secara bebas apa yang ada didalam dirinya, tanpa dihalangi rasa takut, rasa rendah diri dan rasa malu.

Karena sejatinya, dalam diri setiap manusia memiliki kekuatan besar yang terpendam, namun hanya sedikit orang yang mampu untuk memunculkan, mengekspresikan kekuatan yang terpendam dalam dirinya tersebut untuk menjadikan dirinya hebat, menjadi sumber inspirasi untuk orang lain.

Saat manusia berani bebas berekspresi untuk hal positif, tidak ada beban dalam dirinya, saat itulah hal-hal besar dalam dirinya akan muncul.

Friday, November 20, 2020

Menemukan makna indah dalam Lukisan

Lukisan adalah bahasa kalbu seniman, misteri yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang peka terhadap perasaan hati dan bahasa imajinasi seni, didalam lukisan banyak sekali pembelajaran, pesan dan makna indah, setiap seniman adalah pribadi mengagumkan, apa yang dia rasa, dia lihat dan dia alami, bisa menjadi sumber inspirasi baginya, dan dijadikan sebuah karya seni yang bisa dicerna dan dipahami oleh mereka yang peka terhadap bahasa seni.

Judul: Persahabatan merah dan hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 89cm x 55cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Pesan dan makna lukisan:
Meski berbeda warna, tidak menghalangi untuk menjalin persahabatan, apapun latar belakang, warna kulit, warna rambut, perbedaan suku, negara, agama, jangan menjadikan semua perbedaan tersebut sebagai alasan untuk perpecahan.

Begitu juga saat berbeda argumen, prinsip atau pemahaman, jangan terpancing emosi , saat itu diam adalah lebih baik meski kita benar, semua itu demi terpeliharanya persahabatan dan persaudaraan yang jauh lebih berharga dan berkualitas untuk hidup, daripada sebuah perselisihan.

Persahabatan merah dan hitam adalah simbol persahabatan meskipun dari latar belakang berbeda, pemahaman berbeda, prinsip berbeda atapun sudut pandang berbeda, karea ada banyak keindahan dalam sebuah persahabatan untuk hidup bahagia dan berkualitas.

Thursday, November 19, 2020

Syair lukisan Abstrak setiap jiwa hanyalah sebutir debu

Judul: Setiap jiwa hanyalah sebutir debu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 64cm x 52cm
Media: Textured Acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.37.600.000;


Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia sering kali terjebak dalam ilusi kebesaran. Jabatan, kekayaan, kekuasaan, popularitas, kecerdasan, dan berbagai pencapaian duniawi kerap membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada yang lain. Tidak sedikit yang mulai memandang rendah sesamanya, merasa paling hebat, paling kuat, paling berpengaruh, bahkan seolah-olah menjadi pusat dari segala sesuatu. Padahal jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, terlebih di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sejatinya setiap jiwa hanyalah sebutir debu, bahkan mungkin lebih kecil dari itu.

Lukisan abstrak modern berjudul "Setiap Jiwa Hanyalah Sebutir Debu" menghadirkan perenungan mendalam mengenai hakikat keberadaan manusia. Melalui komposisi yang sederhana namun sarat makna, karya ini mengajak penikmatnya untuk merenungkan posisi manusia di tengah luasnya alam semesta, perjalanan waktu, dan kekuasaan Sang Pencipta.

Secara visual, lukisan ini didominasi oleh hamparan warna tanah yang luas di bagian bawah, sementara bagian atas menghadirkan bidang putih yang menjulang dengan sapuan gelap yang menyerupai batang-batang pohon tua atau bayangan-bayangan waktu yang berdiri kokoh. Di bagian paling bawah tampak tekstur kasar dan butiran-butiran kecil yang dapat dimaknai sebagai debu, tanah, atau sisa-sisa kehidupan yang perlahan kembali menyatu dengan alam.

Komposisi ini menghadirkan suasana hening dan kontemplatif. Tidak ada keramaian. Tidak ada simbol kemegahan. Tidak ada tanda-tanda kekuasaan atau kemewahan. Yang tersisa hanyalah ruang, waktu, dan kesadaran tentang betapa kecilnya manusia di hadapan semesta.

Debu dalam karya ini menjadi simbol yang sangat kuat. Debu adalah sesuatu yang sering kali tidak diperhatikan. Ia kecil, ringan, mudah terbang oleh angin, dan hampir tidak memiliki arti dalam pandangan manusia. Namun justru melalui simbol debu inilah karya ini menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Manusia lahir dari sesuatu yang sederhana. Hidup hanya sementara. Dan pada akhirnya akan kembali menjadi bagian dari tanah. Segala yang saat ini dianggap besar akan mengalami akhir. Rumah megah akan lapuk. Gedung pencakar langit akan menua. Kekayaan akan berpindah tangan. Kekuasaan akan berganti pemilik. Nama besar perlahan akan dilupakan oleh generasi berikutnya. Bahkan tubuh manusia yang selama hidup dirawat, dibanggakan, dan dijaga pada akhirnya akan kembali menyatu dengan tanah dan menjadi debu.

Lukisan ini seolah mengingatkan bahwa waktu adalah kekuatan yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh manusia. Tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan penuaan, menolak kematian, atau membawa seluruh miliknya ketika meninggalkan dunia. Cepat atau lambat, semua akan ditinggalkan atau dihancurkan oleh waktu.

Ironisnya, meskipun sejarah manusia penuh dengan pelajaran tentang kehancuran akibat kesombongan, fenomena itu terus berulang hingga hari ini. Dari masa ke masa, selalu ada orang yang merasa dirinya lebih tinggi daripada yang lain. Merasa paling berkuasa karena jabatannya. Merasa paling hebat karena ilmunya. Merasa paling kaya karena hartanya. Merasa paling kuat karena pengaruhnya.

Padahal sejarah telah menunjukkan bahwa banyak kerajaan runtuh karena kesombongan. Banyak pemimpin kehilangan kehormatan karena keangkuhan. Banyak orang besar jatuh karena merasa dirinya tidak mungkin tergantikan. Namun manusia sering kali lupa bahwa apa yang dimiliki hari ini hanyalah titipan yang bersifat sementara.

Dalam konteks tersebut, lukisan ini bukan hanya berbicara tentang kerendahan hati, tetapi juga tentang kesadaran eksistensial. Kesadaran bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling tinggi di mata manusia, melainkan kesempatan untuk menjadi pribadi yang bernilai di hadapan Tuhan.

Karya ini mengajak penikmatnya untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang sebenarnya layak dibanggakan?

Apakah kekayaan yang suatu hari akan ditinggalkan?

Apakah jabatan yang sewaktu-waktu dapat berakhir?

Apakah pujian manusia yang mudah berubah?

Ataukah kebaikan yang telah diberikan kepada sesama?

Karena ketika ajal tiba, seluruh atribut duniawi kehilangan maknanya. Tidak ada rekening bank yang ikut dibawa. Tidak ada kendaraan mewah yang menemani perjalanan terakhir. Tidak ada gelar, pangkat, atau popularitas yang mampu mengubah kenyataan bahwa manusia kembali kepada Tuhannya dengan tangan kosong. Yang tersisa hanyalah jejak kehidupan Tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Dan amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidup.

Namun karya ini tidak sedang merendahkan nilai manusia. Sebaliknya, ia justru mengangkat martabat manusia pada tingkat yang lebih tinggi. Sebab meskipun manusia hanyalah seperti sebutir debu di hadapan kebesaran Tuhan, setiap jiwa tetap memiliki nilai yang sangat berharga. Debu memang kecil, tetapi keberadaannya tetap memiliki makna. Demikian pula manusia.

Ukuran kebesaran seseorang bukan ditentukan oleh seberapa tinggi ia berdiri di atas orang lain, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat ia berikan kepada sesama. Bukan tentang berapa banyak yang dimiliki, tetapi tentang berapa banyak yang dibagikan. Bukan tentang seberapa kuat ia terlihat, tetapi tentang seberapa tulus ia menggunakan kekuatannya untuk kebaikan.

Pada akhirnya, "Setiap Jiwa Hanyalah Sebutir Debu" adalah sebuah pengingat tentang kerendahan hati, kefanaan hidup, dan nilai sejati manusia. Karya ini mengajak kita untuk melepaskan kesombongan yang sering membutakan hati dan menggantinya dengan kesadaran bahwa segala sesuatu di dunia hanyalah sementara.

Karena pada saat semua yang dibanggakan sirna, yang tersisa bukanlah kekayaan, kekuasaan, ataupun ketenaran, melainkan kebaikan yang telah ditanamkan dalam kehidupan. Dan meskipun manusia hanyalah sebutir debu di hadapan kebesaran Tuhan, debu itu dapat memiliki derajat yang sangat tinggi apabila hidupnya dipenuhi manfaat, kasih sayang, tanggung jawab, dan ketulusan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Monday, November 16, 2020

Saat Lukisan Abstrak berbicara tentang waktu

Judul: Waktu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 120cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Makna dan pesan lukisan:
Waktu sebagai penanda dan pembatas usia segala mahkluk bahwa tidak ada yang abadi di Dunia, didalam waktu ada proses tumbuh kembang bagi setiap mahkluk bernyawa, mulai dari sebuah sel hingga menjadi wujud sempurna.

Sejak saat Dunia diciptakan, waktu tidak pernah berubah, siang dan malam senantiasa berjalan secara teratur, yang berubah cepat adalah perkembangan jaman, generasi berganti generasi, setiap jaman terjadi perubahan serta perbedaan cara dan gaya hidup.

Waktu terus berjalan, perubahan jaman terus berkembang , generasi berganti generasi, gaya dan cara hidup terus mengalami perubahan, semua ada dalam lingkaran waktu dan tidak ada yang abadi.

Misteri waktu ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan, manusia tidak bisa kembali ke waktu masa lalu, segala yang terjadi di masa sekarang adalah sebab akibat dari masa lalu, dan manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.


Friday, November 13, 2020

Lukisan Wanita anggun bermain piano

Judul: a beautiful pianist
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2018


Informasi harga dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11
Email: henoairlangga@gmail.com

Lukisan seorang wanita cantik memainkan piano dengan jari jemarinya yang lentik menghasilkan nada-nada indah, harmoni dan simphoni berpadu dengan karya seni memanjakan jiwa dalam menikmati indahnya kehidupan.

Dunia menjadi indah penuh dengan semangat dan keceriaan dengan hadirnya instrumen musik di dalamnya, salah satu instrumen musik yang bisa menghadirkan kedamaian dan kenyamanan adalah piano, dari setiap tuts nada yang dimainkan bisa tercipta alunan musik merdu.

Lukisan Wanita bermain Piano, jari jemarinya menari anggun diatas tuts piano menciptakan nada-nada alunan musik nan indah, bermain dengan penuh penghayatan serta menjiwai dari setiap alunan musik yang dimainkan.

Lukisan wanita bermain piano merupakan wujud apresiasi tinggi dari pelukis untuk para Pianis, karena alunan musik yang mereka ciptakan merupakan salah satu pemicu munculnya inspirasi saat berkarya, berkarya sambil mendengarkan alunan musik piano akan membuat hasil karya semakin berkualitas.

Wednesday, November 4, 2020

Lukisan 5 anak kucing lucu menggemaskan

Lukisan 5 anak kucing lucu menggemaskan, siapapun yang melihat tingkah polah para anak kucing ini akan terhibur, kelucuan anak kucing ini diabadikan dalam sebuah karya seni lukisan, momen dimana 5 anak kucing seolah sadar bahwa mereka sedang dipotret, dengan kepolosan mereka saling unjuk pose berdesakan seolah berebut ingin menjadi yang terdepan.

Momen istimewa 5 anak kucing ini dilukis dengan goresan-goresan artistik tebal bertekstur, dengan goresan dan cat tebal seolah menegaskan dan menonjolkan bagaimana sikap kepolosan mereka yang seolah sadar dan berebut ingin menjadi yang terdepan.

Judul: 5 Anak Kucing
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 79cm x 150cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2018


Informasi Harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp; 081 329 7 329 11