Daftar pengunjung terbaru

Sunday, May 31, 2020

>> PESAN LUKISAN ABSTRAK MODERN TENTANG KETELADANAN DARI KESEDERHANAAN

Judul: Teladan dalam kesederhanaan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 120cm x 150cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2019



Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Kaya atau miskin, memiliki jabatan tinggi atau tidak, menjadi orang terpandang atau biasa, semua itu tidak berpengaruh bagi seseorang dalam sikap, perilaku dan gaya hidup nya untuk selalu hidup dalam kesederhanaan, ia tidak membanggakan harta, jabatan dan kedudukan. Ia tidak mengeluhkan kemiskinan, kekurangan, menjadi orang kecil.

Dalam  diri mereka ada keteladan berharga yang bisa dijadikan pembelajaran berharga bagi siapapun agar hidup dalam keseimbangan, tidak terlena oleh silaunya harta, jabatan serta kedudukan. Juga tidak hanyut oleh perasaan sedih, keluh kesal karena kemiskinan.

Sikap sederhana memberikan kehangatan serta kedamaian dimanapun ia berada, ia adalah teladan kehidupan bagi siapapun yang bisa melihat serta merasakan nya.

Lukisan abstrak tidak banyak warna – warni, hanya warna dalam satu rumpun atau warna sederhana, tidak kontras warna – warni, adalah gambaran dari keserhanaan jiwa, rongga bidang abstrak gelap merupakan gambaran kedalaman hati yang tak terukur, disana bersemayam ketulusan, kelapangan jiwa dan kebaikan, disana adalah sumber dari kemuliaan dari jiwa sederhana.

Goresan bidang abstrak warna hangat adalah gambaran jalan hidup nya yang penuh dengan keramahan dan senyuman, sehangat sikap sederhana yang dia tunjukan dan menjadi teladan bagi siapapun yang bisa mengambil pelajaran.


Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

*) Lukisan bersertifikat keaslian dari pelukis

Wednesday, May 27, 2020

>> SUMBER INSPIRASI DARI SEBUAH LUKISAN

Judul: Kehebatan Gadis kecil
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2018


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Karya seni bisa menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan nyata, dimana didalam karya seni terdapat banyak sekali makna, pesan dan filosofi yang ingin disampaikan seorang seniman melalui karya lukisan nya.

Ada sebuah kisah kehebatan dari seorang anak kecil, berwajah jelek, berbaju dan penampilan kumal, dari keluarga tidak mampu, hari - hari sulitnya dilalui penuh dengan semangat, disiplin tinggi, tanggung jawab dan tidak pernah menyerah.

Bahkan tidak sedikit orang melihatnya dengan wajah sinis dan merendahkan karena dari keluarga miskin, penampilan kumal dan jelek, namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus tumbuh dewasa dalam proses kehidupan yang begitu keras, dalam lubuk hati kecilnya dan pemikiranya ada sebuah tekad besar dan cita-cita bahwa ia harus menjadi orang hebat suatu saat nanti, agar ia bisa mengangkat derajat keluarga miskin nya yang dipandang rendah orang-orang.

Kehidupan keras telah menempa dirinya menjadi wanita hebat dan sukses, orang - orang yang dulunya memandangnya dengan cemoohan, sinis dan rendah, telah berubah 180 derajat, kini orang-orang memandangnya penuh dengan kekaguman dan rasa hormat tinggi, ia telah membuktikan kepada Dunia bahwa ia telah berhasil mewujudkan impianya.

Salah satu wanita hebat dari keluarga miskin adalah Zhou Qunfei pengusaha wanita asal China, kini ia masuk dalam jajaran orang terkaya dunia. Saham perusahaannya, Lens Technology masuk dalam perdagangan Bursa Efek Shenzen dengan Kekayaan perusahaan USD 3,5 Miliar atau setara dengan Rp.40 Triliun. Perusahaan Zhou memiliki 60.000 karyawan. Lens Techonology adalah perusahaan pemasok kaca layar sentuh untuk smartphone Apple dan Samsung.

Item lukisan tersedia, melayani pembelian dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia dan luar negeri.




>> IMAJINASI ABSTRAK TENTANG TITIK AWAL KEHIDUPAN MANUSIA

Judul: Pengorbanan Ibu dari titik Nol
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 120cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019



Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Ketika benih cikal bakal seorang anak dimulai dari sebuah titik sel yang tak kasat mata, saat itulah pengorbanan seorang Ibu dimulai, bagaimana kepayahan seorang ibu saat mengadung diawal bulan, bagaimana kesusahan Ibu saat usia kandungan sudah tua, bagaimana pertaruhan hidup dan mati seorang Ibu saat melahirkan, semua itu baru pengorbanan awal seorang Ibu untuk anak nya.

Saat seorang anak sudah terlahir di Dunia, bagaimana seorang Ibu menjaga bayi nya 24 jam siang dan malam tanpa henti dengan segudang kerepotan kebutuhan bayi nya mulai dari menyusui, kencing, BAB, menggendong dikala bayi rewel, mencuci pakaian bayi, memandikanya. Tapi Ibu tidak pernah mengeluh melakukan semua itu, bahkan itu baru pergorbanan awal seorang Ibu untuk anak nya.

Dikala anak menginjak usia balita, seorang ibu dengan sabar mengajarkan bagaimana cara anaknya berjalan, mengajarkan anaknya berbicara, ibu pontang – panting mengawasi anak nya yang sudah mulai aktif bergerak kesana-kemari, saat sakit dengan sabar seorang Ibu merawat anak nya yang rewel menangis tengah malam.

Saat anak menginjak usia dewasa, ibu selalu diliputi kekawatiran dikala anaknya pergi dan belum pulang saat sudah saat nya pulang, ibu rela menahan lapar asal anak nya kenyang dan segala kebutuhan nya terpenuhi, apa yang diminta anak, dengan segala upaya seorang Ibu akan memenuhi nya, meski terkadang dia harus mengorbankan gengsi dan rasa malu nya.

Ketika anak menginjak dewasa dan menikah, Ibu dan Ayah yang menanggung hampir semua biaya pernikahan anak nya, bahkan mereka rela menaggung hutang demi kemeriahan dan kebahgiaan di hari pernikahan anak nya. Kemudian setelah menikah cucunya lahir, seorang Ibu telah dipanggil nenek, disini terkadang pengorbanan untuk anaknya belum berakhir, ia rela merawat atau momong cucu nya agar anaknya tidak terbebani terlalu berat saat bekerja.

Ibu dan Ayah saat masih muda dan kuat berkerja siang dan malam untuk memenuhi segala kebutuhan anak – anak nya dari sejak dalam kandungan hingga dewasa, bahkan mereka berpikiran jauh kedepan saat sudah tiada mereka bisa meninggalkan warisan harta benda untuk anak cucu nya agar selalu hidup dalam kemakmuran, tidak hidup dalam kemiskinan.
Itulah pengorbanan serta kasih sayang luar biasa seorang Ibu dan Ayah untuk anak – anak nya sepanjang masa, mereka tidak pernah mengharap imbalan atau pamrih, asal anak – anak nya bahagia itulah kebahagiaan sesungguhnya bagi mereka “Kasih sayang serta pengorbanan Ibu dan Ayah laksana Sang surya menyinari Dunia”.

Merawat dengan baik Ibu dan Ayah saat lanjut usia adalah ladang kebaikan terbaik bagi anak, mendo’a kan Ibu dan Ayah saat sudah tiada merupakan wujud bakti seorang anak kepada orang tua. 

Lukisan abstrak ini menggambarkan imajinasi embrio manusia saat didalam rahim ibu, disini titik awal kehidupan seorang manusia dan pengorbanan Ibu dimulai.



Saturday, May 16, 2020

Lukisan Abstrak Semangat yang Tak Pernah Padam, Simbol Kemenangan dan Keberhasilan

Judul: Semangat yang terus menyala
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 210cm x 150cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019
Harga: Rp.153.400.000;


Di tengah perjalanan hidup yang penuh tantangan, tidak semua orang mampu mempertahankan semangatnya. Banyak yang berhenti ketika menghadapi kegagalan pertama, kehilangan arah saat berhadapan dengan kesulitan, atau memilih menyerah ketika harapan terlihat semakin jauh. Namun, sejarah kehidupan selalu membuktikan bahwa kemenangan demi kemenangan dan kesuksesan demi kesuksesan hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki semangat yang terus menyala di dalam dirinya. Semangat itulah yang menjadi tema utama dalam lukisan abstrak modern berjudul “Semangat yang Terus Menyala.”

Lukisan ini tidak sekadar menghadirkan perpaduan warna dan bentuk abstrak, melainkan menjadi representasi visual mengenai kekuatan batin manusia yang tidak pernah padam. Sebuah energi yang terus bergerak, terus tumbuh, dan terus mendorong seseorang untuk melangkah maju meskipun berbagai rintangan menghadang di depannya.

Pada bagian utama komposisi, tampak sapuan warna kuning, emas, jingga, dan putih yang membentang secara vertikal dengan karakter menyerupai nyala api atau cahaya yang membumbung tinggi. Bidang-bidang terang tersebut menjadi simbol dari semangat hidup yang menyala kuat di dalam diri seseorang. Warna-warna hangat itu memberikan kesan energi, keberanian, harapan, dan daya juang yang tidak pernah habis. Ia hadir sebagai kekuatan yang mampu menggerakkan langkah, membangkitkan motivasi, dan menjaga keyakinan untuk terus maju.

Dalam kehidupan nyata, semangat memiliki peran yang sama seperti mesin penggerak pada sebuah kendaraan. Ia menjadi sumber tenaga yang membuat seseorang tetap bergerak menuju tujuan yang ingin dicapai. Semakin besar semangat yang dimiliki, semakin besar pula kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan, mengatasi hambatan, dan meraih keberhasilan. Lukisan ini menggambarkan konsep tersebut melalui nyala warna yang terus menjulang ke atas, seolah menolak untuk berhenti atau padam.

Namun semangat tidak hidup sendirian. Di sekeliling nyala terang tersebut tampak bidang-bidang hitam yang tegas dan dominan. Garis-garis gelap itu dapat dimaknai sebagai simbol berbagai rintangan hidup, tekanan, kegagalan, keraguan, ketakutan, maupun pengaruh negatif yang selalu berusaha menghalangi langkah manusia. Kehadiran warna hitam dalam komposisi tidak dimaksudkan sebagai simbol kekalahan, melainkan sebagai representasi realitas kehidupan yang penuh ujian.

Menariknya, bidang-bidang hitam tersebut tidak mampu memadamkan cahaya yang menyala. Justru keberadaan mereka memperkuat kesan betapa besar energi yang dimiliki oleh nyala semangat tersebut. Cahaya terang tetap menembus ruang gelap, terus bergerak ke atas, dan tidak kehilangan kekuatannya. Di sinilah pesan utama lukisan ini muncul dengan sangat kuat: semangat yang sejati bukanlah semangat yang hadir ketika keadaan mudah, melainkan semangat yang tetap menyala ketika keadaan sulit.

Selain warna-warna hangat yang melambangkan semangat, lukisan ini juga menampilkan nuansa biru yang membentang secara vertikal di sisi lain bidang karya. Warna biru tersebut menjadi elemen penting yang melengkapi keseluruhan makna visual. Jika warna-warna terang menggambarkan semangat, maka nuansa biru merepresentasikan optimisme—sebuah keyakinan positif yang menjaga agar semangat tetap hidup dan tidak mudah padam.

Optimisme adalah fondasi yang membuat seseorang mampu melihat peluang di tengah kesulitan, melihat harapan di tengah kegagalan, dan menemukan jalan keluar di tengah kebuntuan. Tanpa optimisme, semangat akan mudah goyah. Sebaliknya, optimisme yang terpelihara dengan baik akan menjadi bahan bakar yang membuat semangat terus menyala dalam jangka panjang.

Goresan biru dalam karya ini tampak kokoh, tenang, dan stabil. Ia tidak meledak-ledak seperti nyala api, namun justru memberikan keseimbangan yang diperlukan agar energi besar tersebut tetap terarah. Dalam konteks kehidupan, optimisme bekerja dengan cara yang sama. Ia menjaga pikiran tetap jernih, menjaga hati tetap kuat, dan membantu seseorang untuk tidak larut dalam pengaruh negatif yang dapat memadamkan semangat perjuangan.

Melalui dialog visual antara warna terang, warna biru, dan bidang-bidang hitam yang kontras, lukisan ini menghadirkan narasi yang sangat manusiawi. Sebuah kisah tentang bagaimana seseorang menjaga api semangatnya agar tetap hidup di tengah tekanan kehidupan. Tentang keberanian untuk terus bangkit setelah jatuh. Tentang kemampuan untuk tetap percaya pada masa depan meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah.

Secara artistik, komposisi vertikal yang dominan memberikan kesan gerak ke atas, sebuah simbol universal tentang pertumbuhan, pencapaian, dan peningkatan kualitas diri. Tidak ada kesan diam dalam karya ini. Setiap sapuan warna tampak bergerak, mengalir, dan mendaki. Dinamika tersebut menciptakan energi visual yang kuat sehingga penikmat karya dapat merasakan semangat yang menjadi ruh utama lukisan ini.

“Semangat yang Terus Menyala” pada akhirnya merupakan sebuah refleksi tentang kekuatan terbesar yang dimiliki manusia: kemampuan untuk terus berharap, terus berjuang, dan terus melangkah maju. Kemenangan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan buah dari semangat yang dijaga setiap hari. Kesuksesan bukanlah hadiah yang datang tanpa usaha, melainkan hasil dari keberanian untuk terus bergerak meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Lukisan ini mengingatkan bahwa selama optimisme masih terpelihara dan semangat masih menyala di dalam diri, tidak ada rintangan yang terlalu besar untuk dilalui. Sebagaimana cahaya terang dalam karya ini yang terus menembus gelapnya bidang-bidang hitam, manusia yang menjaga semangatnya akan selalu menemukan jalan menuju kemenangan dan keberhasilan dalam hidupnya. Sebab, api semangat yang dijaga dengan baik bukan hanya mampu menerangi perjalanan, tetapi juga mampu mengubah segala hambatan menjadi pijakan untuk mencapai puncak yang lebih tinggi.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11



Tuesday, May 12, 2020

>> TEMUKAN FILOSOFI BERHARGA DALAM LUKISAN ABSTRAK MODERN

Judul: Berdiskusi dengan nurani
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 101cm x 71cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Saat diri berada dalam kebimbangan, berdiskusi dengan nurani bisa menjadi petunjuk untuk keluar dari permasalahan yang rumit.
Saat diri dalam keraguan diantara pilihan, berdiskusi dengan nurani bisa memberikan petunjuk kearah yang baik.

Saat diri secara tidak sadar telah berada dalam kehidupan gelap , berdiskusi dengan nurani bisa menjadi cahaya petunjuk dalam kegelapan.

Nurani seringkali berbisik dalam hati, ia berbisik untuk kebaikan dan kabahagiaan, ia berbisik agar diri tidak tersesat oleh buaian nafsu sesaat yang seringkali menjerumuskan dalam jurang kegelapan.

Cahaya nurani digambarkan oleh goresan biru berbias cahaya putih, selalu mengalir memberikan bisikan baik dan petunjuk, diantara kegelapan yang dimaknai sebagai masalah berat, kebingungan, keraguan serta kesulitan yang digambarkan oleh goresan abstrak gelap.

Bisikan nurani membawa cahaya harapan dan semangat yang digambarkan oleh goresan abstrak warna kuning dan orange.


Monday, May 4, 2020

>> KARYA SENI ABSTRAK MODERN TERKANDUNG MAKNA ISTIMEWA DI DALAMNYA


Judul: Afirmasi sesat berbungkus kesucian
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 250cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019
Harga: Rp.187.500.000;

Kesucian pada hakikatnya merupakan cahaya yang diturunkan untuk menerangi jalan kehidupan manusia. Dalam setiap ajaran keyakinan, terkandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan kebaikan, kejujuran, kasih sayang, keadilan, serta petunjuk agar manusia tidak tersesat dalam perjalanan hidupnya. Kesucian hadir sebagai penuntun yang membedakan antara yang benar dan yang salah, antara kebajikan dan keburukan, antara jalan keselamatan dan jalan kehancuran.

Namun sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa sesuatu yang suci sekalipun dapat disalahgunakan oleh mereka yang memiliki niat buruk. Tidak semua orang yang berbicara tentang kebaikan benar-benar menginginkan kebaikan. Tidak semua yang membawa simbol kesucian memiliki hati yang suci. Ketika ajaran yang mulia digunakan sebagai alat untuk meraih kekuasaan, kekayaan, pengaruh, atau kepentingan kelompok tertentu, maka kesucian kehilangan makna sejatinya dan berubah menjadi topeng yang menutupi ambisi serta hawa nafsu manusia.

Lukisan abstrak modern berjudul “Afirmasi Sesat Berbungkus Kesucian” merupakan refleksi artistik yang mendalam mengenai fenomena tersebut. Karya ini berbicara tentang bagaimana kebenaran dapat dipelintir, bagaimana kebohongan dapat dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti kebenaran, dan bagaimana kesucian sering dijadikan alat untuk mempengaruhi serta mengendalikan pikiran orang banyak.

Pada pandangan pertama, lukisan ini menghadirkan komposisi abstrak yang penuh dinamika. Berbagai bidang, garis, dan bentuk seolah bergerak tanpa keteraturan yang pasti. Warna-warna bumi seperti cokelat, krem, kuning keemasan, hijau kusam, hitam, dan abu-abu saling bertabrakan membentuk ruang visual yang kompleks. Tidak ada titik yang benar-benar tenang. Seluruh bidang lukisan tampak seperti arena pertarungan antara berbagai kepentingan, niat, dan gagasan yang saling berebut ruang untuk mendominasi.

Kerumitan komposisi tersebut menjadi metafora dari kerumitan realitas kehidupan manusia. Di balik setiap ucapan yang terdengar baik, sering tersembunyi kepentingan yang tidak terlihat. Di balik setiap simbol kesalehan, terkadang terdapat ambisi yang tidak pernah diungkapkan. Lukisan ini mengajak penikmatnya untuk menyadari bahwa kehidupan tidak selalu sesederhana apa yang tampak di permukaan.

Berbagai bentuk bidang abstrak yang tersebar di seluruh permukaan karya dapat dimaknai sebagai representasi dari beragam niat, strategi, dan rencana tersembunyi yang dimiliki oleh orang-orang yang memanfaatkan ajaran kesucian demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Bentuk-bentuk tersebut tidak memiliki struktur yang utuh, seolah menunjukkan bahwa niat yang tidak tulus selalu bergerak mencari celah dan kesempatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Warna-warna yang saling berbaur dan bertabrakan menciptakan suasana psikologis yang penuh ketegangan. Tidak ada harmoni yang benar-benar sempurna. Sebaliknya, terdapat kesan bahwa berbagai unsur di dalam karya ini sedang berusaha menyamarkan identitas aslinya. Inilah gambaran dari kepalsuan yang sering hadir dalam kehidupan sosial, ketika sesuatu yang buruk berusaha tampil sebagai sesuatu yang baik.

Salah satu elemen yang paling dominan dalam karya ini adalah kehadiran sapuan warna putih yang membentang di berbagai bagian komposisi. Warna putih secara universal sering dikaitkan dengan kesucian, kebersihan, kebenaran, dan kemurnian. Dalam konteks lukisan ini, warna putih tidak hanya menjadi simbol kesucian itu sendiri, tetapi juga simbol dari bungkus kesucian yang digunakan untuk menutupi kepentingan-kepentingan tersembunyi.

Goresan putih hadir seperti lapisan yang menutupi berbagai bentuk dan warna di bawahnya. Ia tampak menenangkan, lembut, dan meyakinkan. Namun justru di situlah letak pesan kritis karya ini. Tidak semua yang tampak suci benar-benar suci. Tidak semua yang berbicara atas nama kebenaran benar-benar membawa kebenaran.

Kesucian yang seharusnya menjadi sarana untuk membimbing manusia menuju kebajikan, dalam karya ini digambarkan sebagai bungkus yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengelabui orang banyak. Dengan kata-kata yang terdengar bijaksana, janji-janji yang terdengar indah, dan simbol-simbol yang tampak meyakinkan, mereka membangun citra kesucian demi memperoleh kepercayaan serta pengaruh.

Lukisan ini juga mengangkat fenomena afirmasi sesat, yaitu pengulangan kebohongan secara terus-menerus hingga akhirnya dipercaya sebagai kebenaran. Dalam kehidupan sosial, praktik semacam ini bukanlah hal baru. Sejak zaman dahulu hingga era modern, manusia sering menjadi korban dari narasi yang diulang tanpa henti. Apa yang salah disampaikan berulang kali sebagai kebenaran, sementara apa yang benar perlahan dilabeli sebagai kesalahan atau bahkan kejahatan.

Melalui pengulangan yang terus-menerus, batas antara benar dan salah menjadi kabur. Pikiran manusia yang tidak kritis perlahan menerima narasi tersebut sebagai kenyataan. Pada titik inilah afirmasi sesat menjadi sangat berbahaya, karena ia tidak menyerang secara fisik, melainkan merusak cara berpikir manusia dari dalam.

Komposisi abstrak yang tampak tidak stabil dalam karya ini seolah menggambarkan kondisi psikologis masyarakat yang sedang mengalami kebingungan antara kebenaran dan kebohongan. Bidang-bidang yang saling bertumpuk menciptakan kesan adanya lapisan-lapisan realitas yang sulit dibedakan. Mana yang asli dan mana yang palsu menjadi pertanyaan yang terus muncul saat mengamati karya ini.

Secara filosofis, “Afirmasi Sesat Berbungkus Kesucian” bukanlah serangan terhadap kesucian itu sendiri. Sebaliknya, karya ini merupakan pembelaan terhadap nilai-nilai kesucian yang sejati. Lukisan ini mengingatkan bahwa ajaran yang baik akan tetap menjadi kebaikan ketika disampaikan dengan niat yang baik dan untuk tujuan yang baik. Sebaliknya, ketika ajaran yang mulia digunakan sebagai alat untuk memuaskan ambisi pribadi, maka yang lahir bukanlah kebajikan, melainkan kerusakan yang dibungkus dengan citra kebajikan.

Karya ini mengajak penikmatnya untuk tidak hanya mendengar apa yang diucapkan, tetapi juga memahami tujuan yang tersembunyi di balik ucapan tersebut. Tidak hanya melihat simbol-simbol yang ditampilkan, tetapi juga menelaah tindakan yang menyertainya. Karena kebenaran sejati tidak hanya terlihat dari kata-kata, melainkan juga dari niat, integritas, dan dampak yang dihasilkan.

Pada akhirnya, “Afirmasi Sesat Berbungkus Kesucian” merupakan sebuah refleksi kritis tentang pentingnya menjaga kejernihan akal, ketajaman nurani, dan keberanian berpikir mandiri. Karya ini mengingatkan bahwa racun paling berbahaya sering kali tidak datang dalam bentuk yang menakutkan, melainkan hadir dalam kemasan yang tampak indah dan meyakinkan. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk selalu bijaksana dalam menerima setiap pesan, agar tidak terjebak dalam ilusi yang mengubah kebohongan menjadi kebenaran dan mengubah kebenaran menjadi kebohongan.

Sebuah karya yang kuat, provokatif, dan relevan sepanjang zaman, karena fenomena penyalahgunaan kesucian untuk kepentingan duniawi selalu hadir di setiap generasi, dalam bentuk yang berbeda-beda, tetapi dengan tujuan yang sama: mempengaruhi pikiran manusia demi kepentingan segelintir pihak.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Saturday, May 2, 2020

>> ABSTRAKSI LUKISAN MODERN BERJUDUL TITIK TAUBAT

Judul: Titik kebaikan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 71cm x 46cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Ada seumur hidup manusia bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan, kemudian taubat di akhir hayat bersama setitik kebaikan.
Tuhan tidak akan melihat besarnya Dosa, tapi Dia akan melihat setitik kebaikan itu dengan kasih sayang -Nya.

Dihadapan Tuhan setitik kebaikan bisa menghapus seluruh kesalahan. Di mata manusia, setitik kesalahan bisa menghapus seluruh kebaikan.

Itulah pesan dan makna dari lukisan ini, dimana bidang abstrak hitam merupakan gambaran dosa –dosa, kesalahan dan kejahatan seseorang di sepanjang hidupnya, dan titik putih kecil ditengah bidang lukisan merupakan gambaran kebaikan nya yang sangat tidak sebanding dengan dosa – dosa nya.

Tuhan yang maha besar dan Maha pengampun, dengan kasih sayang dan Rahmat –Nya, Dia melihat titik putih kecil kebaikan seseorang dengan Rahmat –Nya dan mengampuni segala dosa-dosa nya.