Daftar pengunjung terbaru

Monday, May 11, 2026

Makna Filosofis Lukisan Mata Batin – Tentang Introspeksi, Empati, dan Pertumbuhan Diri

Judul: Mata Batin
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 80cm x 55cm
Media: Acrylic on paper
Tahun: 2021
Harga: Rp.26.400.000;


Lukisan modern ekspresionis berjudul “Mata Batin” ini menghadirkan ledakan visual penuh energi, simbol, dan emosi yang menggambarkan perjalanan manusia menuju kesadaran yang lebih tinggi. Melalui perpaduan warna merah, kuning, putih, dan hitam yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, karya ini berbicara tentang proses panjang pembentukan jiwa manusia melalui pengalaman hidup, pembelajaran, dan pertumbuhan batin.

Elemen mata besar yang mendominasi bagian kanan bawah lukisan menjadi simbol utama kesadaran spiritual — sebuah penglihatan yang tidak lagi hanya melihat dengan mata fisik, tetapi mampu memahami makna kehidupan secara lebih dalam. Mata tersebut bukan sekadar lambang pengamatan, melainkan lambang kebijaksanaan, intuisi, kepekaan hati, dan kemampuan membaca kehidupan melampaui apa yang tampak di permukaan.

Dalam konteks filosofisnya, “Mata Batin” menggambarkan manusia yang tidak berhenti belajar dari kehidupan. Setiap kegagalan, luka, pengkhianatan, kehilangan, maupun kebahagiaan menjadi proses pembentukan diri. Manusia yang terus melakukan evaluasi diri dan introspeksi akan mengalami pertumbuhan batin yang perlahan membentuk kualitas jiwa yang lebih matang dan lebih bijaksana.

Warna kuning yang terang dalam lukisan ini menghadirkan nuansa pencerahan, harapan, dan energi kehidupan. Ia melambangkan cahaya kesadaran yang muncul ketika seseorang mulai memahami nilai-nilai kebaikan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Sementara garis-garis liar dan bentuk-bentuk abstrak yang tampak tidak beraturan mencerminkan perjalanan hidup manusia yang penuh konflik, tantangan, dan ketidakpastian.

Namun justru dari kekacauan itulah manusia belajar menjadi lebih kuat, lebih rendah hati, dan lebih mampu memahami perasaan orang lain. Lukisan ini menegaskan bahwa empati, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga nilai-nilai kebaikan dalam keluarga maupun lingkungan merupakan jalan menuju kedewasaan spiritual.

“Mata Batin” juga membawa pesan bahwa tidak semua manusia mampu mencapai tingkat kesadaran tersebut. Sebab mata batin bukan sesuatu yang diperoleh melalui kekayaan, jabatan, atau kepintaran semata, melainkan anugerah yang lahir dari ketulusan hati, pengalaman hidup, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Secara spiritual, karya ini menggambarkan bahwa Tuhan akan membuka penglihatan jiwa bagi orang-orang tertentu — mereka yang hidup dengan hati yang bersih, mau belajar dari kehidupan, dan tetap memilih menjadi baik meskipun dunia sering mengajarkan sebaliknya. Mata batin adalah kemampuan untuk melihat makna di balik peristiwa, memahami karakter manusia tanpa banyak kata, dan merasakan arah kehidupan dengan intuisi yang tajam.

Lukisan ini akhirnya menjadi refleksi tentang perjalanan manusia menuju kebijaksanaan sejati. Bahwa semakin seseorang memahami hidup dengan hati, semakin ia mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh kebanyakan manusia. Karena pada akhirnya, mata fisik hanya melihat bentuk, tetapi mata batin mampu melihat kebenaran.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

“Doktrin” – Karya Seni Modern Ekspresionis Tentang Kekuatan dan Kerapuhan Pikiran Manusia

Judul: Doktrin
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 40cm x 55cm
Media: Acrylic on paper
Tahun: 2021
Harga: Rp.18.500.000;

Lukisan modern ekspresionis berjudul “Doktrin” ini menghadirkan ledakan simbol, warna, dan bentuk-bentuk abstrak yang tampak liar, namun sesungguhnya menyimpan refleksi mendalam tentang rapuhnya pikiran manusia. Di balik komposisi yang penuh kontras antara hitam, merah, kuning, dan biru pucat, tersimpan pesan tentang bagaimana manusia hidup di tengah berbagai pengaruh, tekanan, ideologi, dan doktrin yang terus berusaha memasuki kesadaran dirinya.

Warna merah yang muncul berulang dalam bentuk-bentuk agresif menggambarkan dorongan, propaganda, ambisi, serta suara-suara keras yang mencoba menguasai arah berpikir seseorang. Sementara bidang hitam yang dominan memberi kesan ruang gelap batin manusia — tempat ketakutan, kebingungan, dan konflik pemikiran terjadi secara diam-diam. Di sisi lain, warna biru muda menghadirkan simbol kesadaran, ketenangan, dan ruang refleksi; sebuah pertanda bahwa di tengah kekacauan, manusia tetap memiliki kesempatan untuk berpikir jernih.

Lukisan ini berbicara tentang kenyataan bahwa otak manusia pada dasarnya rapuh. Pikiran dapat dibentuk, diarahkan, bahkan dikendalikan oleh lingkungan, media, kekuasaan, trauma, maupun opini mayoritas. Tidak semua doktrin hadir dalam bentuk kekerasan; banyak di antaranya datang secara halus melalui kebiasaan, ketakutan sosial, pujian, atau pengaruh yang perlahan mengikis jati diri seseorang.

Namun karya ini tidak berhenti pada kritik. “Doktrin” juga mengangkat pentingnya kehendak diri dan kontrol diri sebagai benteng utama kualitas manusia. Di tengah derasnya pengaruh luar, manusia diberi kemampuan untuk memilih: doktrin mana yang membangun pertumbuhan, kedewasaan, dan masa depan; dan doktrin mana yang justru menghancurkan karakter, akal sehat, dan arah hidupnya sendiri.

Bentuk-bentuk geometris yang saling bertabrakan dalam lukisan ini menggambarkan benturan nilai di dalam kepala manusia. Ada pertarungan antara kesadaran dan manipulasi, antara kebebasan berpikir dan ketundukan tanpa nalar. Pesan kuat yang ingin disampaikan adalah bahwa seseorang yang kehilangan kemampuan berpikir mandiri akan mudah menjadi alat bagi pemikiran orang lain.

Secara filosofis, karya ini mengajak penikmatnya untuk lebih berhati-hati terhadap apa yang dikonsumsi oleh pikiran setiap hari. Sebab masa depan manusia tidak hanya dibentuk oleh tindakan, tetapi juga oleh doktrin yang ia percayai secara terus-menerus. Pikiran yang dipenuhi nilai positif akan melahirkan sikap yang membangun, sedangkan pikiran yang diracuni kebencian, ketakutan, dan manipulasi perlahan akan menghancurkan dirinya sendiri.

“Doktrin” menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga kesadaran, keberanian berpikir independen, dan kemampuan menyaring pengaruh dunia. Sebab manusia yang kuat bukanlah manusia yang bebas dari pengaruh, melainkan manusia yang mampu menentukan sendiri arah pikirannya.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Thursday, May 7, 2026

Inspirasi Sukses dalam Lukisan Abstrak Modern Penuh Energi

Judul:Membidik target lebih besar 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:70cm x 71cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.37.000.000;

Lukisan abstrak modern ini menghadirkan komposisi yang penuh arah, gerak, dan ketegangan visual yang dinamis. Garis-garis gelap yang melintang di antara bidang warna lembut seperti membentuk jalur, sasaran, dan lintasan perjalanan menuju sesuatu yang lebih tinggi. Di balik sapuan warna abu-abu, putih, cokelat, dan biru yang tampak tenang, tersimpan energi tentang ambisi, pertumbuhan, dan keberanian untuk terus melampaui batas diri.

Karya ini berbicara tentang pola pikir manusia yang tidak berhenti pada satu pencapaian. “Membidik Target Lebih Besar” adalah simbol dari jiwa yang terus bertumbuh, terus belajar, dan terus melatih dirinya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Bukan karena merasa kurang, tetapi karena memahami bahwa kehidupan selalu menyediakan ruang untuk peningkatan dan pengembangan diri.

Warna-warna netral yang mendominasi memberi kesan kedewasaan berpikir. Tidak ada ledakan emosi yang berlebihan, melainkan ketenangan dari seseorang yang memiliki visi jangka panjang. Ia memahami bahwa pencapaian besar tidak lahir dari keberuntungan sesaat, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten — disiplin, kerja keras, evaluasi diri, dan keberanian memperbaiki kualitas diri tanpa henti.

Garis-garis diagonal dalam lukisan ini terasa seperti arah bidikan atau lintasan target, menggambarkan fokus dan konsentrasi. Dalam hidup, seseorang yang memiliki tujuan besar harus mampu menjaga fokus di tengah gangguan, kritik, dan rasa lelah. Karena target besar tidak hanya membutuhkan mimpi besar, tetapi juga mental yang kuat dan kemampuan menjaga ritme perjuangan.

“Membidik Target Lebih Besar” juga menyampaikan pesan penting tentang pertumbuhan berkelanjutan. Bahwa manusia tidak seharusnya cepat puas pada satu titik keberhasilan. Setiap pencapaian seharusnya menjadi pijakan untuk melangkah menuju kualitas hidup yang lebih baik lagi — lebih bijaksana, lebih produktif, lebih bermanfaat, dan lebih matang dalam menghadapi kehidupan.

Di balik abstraksinya, lukisan ini seperti sebuah ruang latihan batin. Tempat di mana seseorang membentuk pola pikir unggul melalui kebiasaan berpikir positif, bekerja cerdas, dan terus mengasah kemampuan diri. Sebab target besar bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang siapa diri kita selama proses menuju ke sana.

Karya ini akhirnya menjadi refleksi tentang manusia yang tidak takut bermimpi tinggi, namun tetap sadar bahwa setiap mimpi besar harus dibangun dengan konsistensi, kesabaran, dan keberanian untuk terus berkembang.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Makna Lukisan Abstrak “Sumber Inspirasi dalam Jiwa Sederhana”

Judul:Sumber inspirasi dalam jiwa sederhana 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:70cm x 71cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp. 35.000.000;

Lukisan abstrak modern ini menghadirkan nuansa yang tenang, hangat, dan penuh perenungan. Dominasi warna-warna bumi seperti cokelat, krem, putih, dan abu-abu membangun suasana batin yang jujur dan membumi. Tidak ada ledakan warna yang berlebihan, tidak ada bentuk yang memaksa perhatian, namun justru di dalam kesederhanaan itulah karya ini memancarkan kekuatan makna yang mendalam.

Garis-garis vertikal dan bidang-bidang yang saling bertumpuk dalam lukisan ini seperti simbol perjalanan hidup manusia. Ada jejak waktu, pengalaman, perjuangan, dan penerimaan yang menyatu menjadi satu ruang batin yang utuh. Tekstur kasar dan sapuan warna yang tampak natural menghadirkan kesan bahwa kehidupan tidak selalu sempurna, namun tetap memiliki keindahan ketika dijalani dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur.

“Sumber Inspirasi dalam Jiwa Sederhana” berbicara tentang manusia yang menemukan kebahagiaan bukan dari kemewahan dunia, melainkan dari kedamaian dalam dirinya sendiri. Ia adalah pribadi yang tidak menggantungkan harga dirinya pada harta, pujian, atau penilaian orang lain. Dalam keadaan kaya ataupun miskin, ia tetap menjadi dirinya sendiri — rendah hati, tulus, dan tidak kehilangan karakter baiknya.

Warna-warna lembut yang berpadu dalam karya ini menggambarkan jiwa yang sudah berdamai dengan kehidupan. Jiwa yang tidak lagi sibuk membandingkan diri dengan orang lain, karena ia telah memahami arti “cukup”. Dari rasa cukup itulah lahir ketenangan, dan dari ketenangan lahirlah kebijaksanaan hidup.

Lukisan ini juga menyampaikan pesan bahwa kesederhanaan bukan berarti kekurangan, melainkan kemampuan untuk menikmati hidup tanpa diperbudak keinginan yang berlebihan. Orang yang sederhana mampu bersyukur atas hal-hal kecil, menghargai proses kehidupan, dan tetap tersenyum meski keadaan tidak selalu sempurna.

Di balik komposisi abstraknya, karya ini seperti mengajak penikmat untuk kembali masuk ke dalam diri sendiri. Bahwa sumber inspirasi terbesar dalam hidup sering kali bukan berasal dari keramaian dunia, tetapi dari hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan jiwa yang mampu menerima kehidupan apa adanya.

“Sumber Inspirasi dalam Jiwa Sederhana” akhirnya menjadi refleksi tentang manusia yang menemukan kemewahan sejati dalam rasa syukur, menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan, dan menemukan kekuatan dalam hati yang tidak pernah berhenti menghargai hidup.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Lukisan Abstrak Modern Tentang Rezeki, Ketekunan, dan Jalan Kehidupan

Judul: Membuka jalan keberuntungan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 82cm x 84cm
Tahun: 2019
Media: Textured  Acrylic on canvas
Harga: Rp.48.700.000;

Lukisan abstrak modern ini menghadirkan pusaran energi yang terasa hidup, bergerak, dan penuh daya dorong menuju sebuah pusat cahaya biru terang di tengah komposisi. Bentuk lingkaran biru tersebut seakan menjadi simbol harapan, tujuan hidup, sekaligus pintu keberuntungan yang sedang dibuka melalui perjalanan panjang penuh perjuangan dan ketekunan.

Sapuan warna cokelat, hitam, dan biru yang saling bertabrakan menggambarkan kerasnya kehidupan: tantangan, kegagalan, rasa takut, dan berbagai jalan terjal yang harus dilalui manusia. Namun di balik kekacauan itu, hadir warna biru terang yang tenang dan bercahaya — lambang jiwa yang tetap percaya, tetap bergerak, dan tidak kehilangan arah meski berada dalam tekanan hidup.

“Membuka Jalan Keberuntungan” bukan berbicara tentang keberuntungan yang datang secara instan atau kebetulan semata. Lukisan ini menegaskan bahwa keberuntungan sejati lahir dari sikap hidup yang baik dan kesungguhan hati. Dari jiwa yang gigih, konsisten, jujur dalam tindakan, suka menolong sesama, serta tidak pernah berhenti berusaha menciptakan peluang-peluang baru dalam hidupnya.

Gerakan kuas yang berputar seperti arus besar memberi kesan bahwa kehidupan selalu bergerak dinamis. Kadang manusia dibawa masuk ke dalam situasi sulit, namun orang yang memiliki keteguhan hati tidak akan tenggelam di dalamnya. Ia belajar membaca keadaan, bekerja cerdas, membangun kesempatan, dan tetap melangkah walau perlahan. Karena ia percaya, setiap usaha baik akan menemukan jalannya sendiri menuju hasil yang baik pula.

Kedekatan kepada Tuhan juga terasa kuat dalam makna karya ini. Cahaya di tengah lukisan seperti simbol perlindungan dan tuntunan ilahi. Bahwa ketika manusia menjaga niat baik, menjaga hati, dan tidak menyerah dalam kebaikan, maka hidup perlahan akan diarahkan menjauh dari musibah dan dipertemukan dengan jalan-jalan kebahagiaan yang tidak disangka-sangka.

Lukisan ini mengajak penikmat untuk memahami bahwa keberuntungan bukan hanya soal materi atau keberhasilan duniawi, melainkan keadaan hidup yang dipenuhi ketenangan, keselamatan, peluang baik, dan orang-orang baik di sekitar kita. Semua itu dibuka melalui karakter diri yang terus diperbaiki dan usaha yang tidak pernah berhenti.

“Membuka Jalan Keberuntungan” akhirnya menjadi simbol perjalanan manusia yang memilih untuk terus tumbuh, terus berbuat baik, dan terus percaya bahwa cahaya kehidupan selalu ada bagi mereka yang mau berjuang dengan hati yang tulus.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Filosofi Lukisan Abstrak, Tetap Bersinar Meski Dikelilingi Energi Negatif



Judul: Tetap bersinar indah diantara hasutan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 71cm x 71cm
Media: Textured Acrylic on canvas
Tahun: 2019
Harga: Rp.36.400.000;

Lukisan abstrak modern ini memancarkan energi batin yang kuat, liar, namun tetap tenang dalam pusat kesadarannya. Perpaduan warna biru, hitam, putih, dan semburat kuning keemasan menghadirkan suasana pergulatan hidup yang penuh tekanan, godaan, hasutan, dan suara-suara dari luar diri manusia. Namun di tengah pusaran itu, muncul cahaya yang tetap hidup dan bergerak maju — simbol jiwa yang tidak mudah goyah oleh pengaruh dunia.

Sapuan warna biru yang dominan menggambarkan kedalaman pikiran dan ketenangan jiwa. Sementara warna hitam yang muncul di beberapa bagian melambangkan tantangan, fitnah, keraguan, dan energi negatif yang sering hadir dalam perjalanan hidup seseorang. Tetapi justru di antara gelap itulah, warna-warna terang seperti putih dan kuning muncul menyala, seakan menegaskan bahwa pribadi yang kuat akan tetap bersinar meski berada di tengah lingkungan yang penuh hasutan.

“Tetap Bersinar Indah di Antara Hasutan” berbicara tentang karakter manusia yang memiliki pondasi hidup yang kokoh. Sosok yang tidak mudah terpancing oleh pujian maupun hinaan. Ia memahami bahwa suara manusia selalu berubah-ubah, tetapi nilai dan tujuan hidup harus tetap dijaga. Baginya, menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri jauh lebih penting daripada sibuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Lukisan ini juga menggambarkan kedewasaan mental dan spiritual. Bahwa orang yang memiliki visi jauh ke depan tidak akan menghabiskan hidupnya untuk membalas kebencian atau terjebak dalam drama lingkungan. Ia memilih tetap berjalan, tetap bekerja keras, tetap jujur, dan tetap memberi manfaat bagi kehidupan di sekitarnya. Karena cahaya sejati tidak lahir dari pengakuan manusia, melainkan dari kualitas hati dan tindakan.

Gerakan warna yang berputar dalam karya ini memberi kesan seperti badai yang terus bergerak. Namun di dalam badai itu terdapat ritme yang harmonis — simbol bahwa orang yang kuat bukanlah mereka yang hidup tanpa masalah, tetapi mereka yang mampu menjaga arah hidup di tengah kekacauan.

Melalui lukisan ini, penikmat diajak memahami bahwa kehidupan akan selalu dipenuhi suara-suara yang mencoba menggoyahkan keyakinan diri. Akan selalu ada hasutan, iri hati, penilaian, bahkan fitnah. Tetapi selama seseorang tetap memegang kejujuran, kerja keras, dan tujuan hidup yang baik, maka dirinya akan tetap bersinar indah, bahkan di tengah gelapnya dunia.

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Filosofi Lukisan “Pintu Maaf” – Jalan Menuju Kedamaian Jiwa

Judul: Pintu Maaf
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 71cm x 71cm
Media: Textured  Acrylic on canvas
Tahun: 2019
Harga: Rp.34.600.000;

Di tengah sapuan warna biru yang bergelombang dan bergerak liar, hadir sebuah bidang putih terang menjulang ke atas, seperti lorong cahaya yang membelah ruang batin manusia. Lukisan ini bukan hanya menghadirkan bentuk abstrak, tetapi menghadirkan perjalanan jiwa menuju keikhlasan. Putih di tengah menjadi simbol “pintu maaf” — sebuah jalan suci yang tidak semua orang mampu membukanya.

Warna biru yang mendominasi menggambarkan pergolakan emosi manusia: luka, kecewa, amarah, pengkhianatan, dan kenangan pahit yang sering berputar di dalam pikiran. Sapuan kuas yang dinamis memperlihatkan bagaimana hati manusia sebenarnya terus bergumul antara mempertahankan sakit hati atau melepaskannya. Namun di tengah kekacauan itu, cahaya putih hadir dengan tenang, seolah berkata bahwa selalu ada jalan menuju kedamaian.

“Pintu Maaf” berbicara tentang kemuliaan moral tertinggi dalam diri manusia: kemampuan memaafkan. Memaafkan bukan berarti melupakan luka, melainkan keberanian untuk tidak membiarkan luka menguasai hidup. Orang yang membuka pintu maaf bukanlah orang lemah, tetapi jiwa yang telah menang melawan ego, dendam, dan kebencian di dalam dirinya sendiri.

Lukisan ini juga mengandung pesan spiritual yang mendalam. Bahwa manusia, sebaik apa pun dirinya, tetap makhluk Tuhan yang tidak luput dari salah dan lupa. Kesadaran itulah yang melahirkan kerendahan hati untuk memahami kesalahan orang lain. Dari hati yang suci lahirlah pintu maaf, dan dari pintu maaf lahirlah ketenangan jiwa.

Komposisi vertikal pada bidang putih memberi kesan seperti jalan menuju langit — simbol bahwa memaafkan adalah tindakan yang meninggikan derajat manusia. Semakin seseorang mampu memaafkan, semakin ringan beban batinnya. Sebab dendam mengikat jiwa pada masa lalu, sedangkan maaf membebaskan manusia untuk kembali hidup dengan damai.

Melalui karya ini, penikmat diajak merenung bahwa hidup tidak selalu tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga kemurnian hatinya di tengah luka yang pernah diterima. Karena terkadang, kemenangan terbesar bukan saat membalas, melainkan saat tetap mampu berkata: “Aku memaafkan.”

Lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11