Daftar pengunjung terbaru

Tuesday, September 17, 2019

>> TEMUKAN PESAN RELIGI INDAH DALAM LUKISAN ABTRAK MODERN

Judul: Doa sepanjang hidup
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 120cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2019


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Orang yang berdoa adalah orang yang optimis, dia memiliki harapan dan kepercayaan kepada Tuhan YME, didalam setiap harapan,  keinginan dan usaha selalu dia balut dengan Do’a.
Do’a bisa membuat orang pesimis menjadi optimis, doa bisa membuat orang putus asa kembali memiliki semangat harapan, doa bisa membuat orang yang hilang kepercayaan dalam hidupnya kembali menemukan tujuan hidupnya.

Do’a bisa menjadi desain besar dari sebuah perjalanan hidup yang pasti dari setiap pribadi manusia yang memiliki tujuan hidup baik di Dunia dan akherat, orang yang selalu mengiringi setiap langkah hidupnya dengan Do’a akan memiliki jiwa yang kuat, tenang, percaya diri dan bahagia.
Do’a sepanjang hidup seharusnya dijalani oleh setiap orang yang ingin memiliki hidup berkualitas baik di Dunia dan Akherat.

Lukisan abstrak ini menggambarkan keseluruhan bidang kanvas adalah lembaran kehidupan setiap manusia, dimana didalamnya banyak sekali problematikanya, garis takdir dan nasib semua ada dalam batasan yang telah ditentukan Tuhan, dan manusia tinggal  berusaha agar setiap garis takdir dan nasib hidupnya bisa lurus sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan, sebagaimana digambarkan dalam lukisan abstrak pada sisi terang yang memiliki goresan vertikal lurus membentang dari bawah ke atas, ia adalah gambaran perjalanan orang-orang yang selalu menghiasi hidupnya dengan Do’a, dimana Do’a dalam lukisan ini digambarkan dengan goresan-goresan putih yang menghiasi pada sisi lembaran kanvas yang terang.

Sedangkan sisi gelap pada sebagian lembaran kanvas lainya dilukiskan dengan garis goresan abstrak tak beraturan merupakan gambaran lembaran perjalanan hidup manusia yang pesimis, mudah stress dan putus asa, ia tidak percaya akan kekuatan Do’a, dan jarang sekali atau bahkan tidak pernah menghiasi hidupnya dengan Do’a, sehingga ia tidak memiliki arah tujuan jelas akan hidupnya ingin seperti apa dan akan menuju kemana.


0 comments: