Daftar pengunjung terbaru

Wednesday, October 28, 2020

>> LUKISAN KONTEMPORER ARTISTIK " POTRET WAJAH PICASSO "

Judul: Pablo Picasso
Pelukis:  Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017



Informasi  harga  dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Si jenius Pablo picasso membuat dunia begitu mengagumi karyanya. Ketika masih anak-anak, dia mendedikasikan waktunya untuk menggambar, bukannya bermain dan belajar hafalan. Melukis dengan mempopulerkan gaya kubismenya, Picasso membuat langkah awal pada lahirnya seni modern.

Picasso memiliki sifat yang selalu ingin belajar. Perbedaan kota atau negara bukan suatu halangan untuk memperoleh beragam ilmu. Di usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu.

Banyak seniman-seniman masyhur ditandai oleh satu macam gaya dasar. Tidaklah demikian Picasso. Dia menampilkan ruang luas dari berbagai gaya yang mencengangkan. Kritikus-kritikus seni memberi julukan seperti "periode biru", "periode merah muda", "periode neo-klasik", dan sebagainya. Dia merupakan salah satu dari cikal bakal "Kubisme," Dia kadang ikut serta, kadang menentang perkembangan-perkembangan baru dalam dunia lukis-melukis modern. Mungkin tak ada pelukis dalam sejarah yang sanggup melakukan karya dengan kualitas begitu tinggi dengan lewat begitu banyak gaya dan cara.

Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya. Yang menarik, Picasso sering berganti gaya lukisan. Ini bisa terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti dari gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.

Gaya kubisme inilah yang mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Kalau sebelumnya lukisan wanita mudah dikenali wajah modelnya, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali lagi, seperti yang ia tuangkan lewat karya Demoiselles d'Avignon. Ini bukan berarti Picasso sembarangan saja membuat lukisan. Ia sebelumnya telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.

Ketidak sembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme temuan Picasso ini mengubah wawasan dunia akan penilaian suatu lukisan. lukisan bukan saja sebagai keindahan seni, tetapi merupakan pula sebagai hasil penelitian dan eksperimen.

Tuesday, October 27, 2020

>> LUKISAN POTRET WAJAH PELUKIS DULLAH DALAM GORESAN ARTISTIK BERTEKSTUR

Judul: Pelukis Dullah
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 70cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Lukisan potret wajah pelukis maestro terkenal Indonesia " Dullah " dilukis dalam goresan artistik bertekstur, perpaduan lukisan jari tangan dan brushstroke, untuk memberikan karakter tegas dan pembeda pada sebuah karya seni. 

Dullah (lahir di Surakarta, 17 September 1919 – meninggal di Yogyakarta, 1 Januari 1996 pada umur 76 tahun) adalah salah satu pelukis aliran realisme ternama Indonesia. Ia adalah salah satu pelukis dan kurator seni rupa istana, semasa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Dullah lahir di Surakarta, dari keluarga dari keluarga pembatik. Ia belajar melukis dari S. Sudjojono dan Affandi, sewaktu menjadi anggota kelompok Seniman Indonesia Moeda (SIM). Semasa pendudukan Belanda di Yogyakarta, Dullah dan pelukis-pelukis muda lainnya banyak mengabadikan berbagai peristiwa perjuangan dan peperangan yang terjadi, sehingga ia juga dikenal sebagai "pelukis revolusioner". Atas rekomendasi S. Soedjono, pada masa pendudukan Jepang, Dullah pernah bergabung dengan Poetera (Poesat Tenaga Rakjat). Salah satu poster perjuangan terawal, Boeng, Ajo Boeng, menggambarkan laki-laki memutus belenggu dengan latar bendera merah putih, dilukis oleh Affandi dengan menggunakan Dullah sebagai modelnya. 

Pada tahun 1950, Dullah sempat mendirikan Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Pada tahun yang sama, ia kemudian ditunjuk sebagai seniman dan kurator seni rupa istana, yang dijabatnya kira-kira selama 10 tahun. Dullah pernah menjadi penyusun buku Lukisan-lukisan dan Patung-Patung Koleksi Presiden Sukarno, yaitu jilid pertama dan kedua (dari keseluruhan empat jilid) yang diselesaikannya pada tahun 1956. Sebagai pelukis istana, Dullah juga berpartisipasi memperbaiki rancangan Garuda Pancasila yang dibuat oleh Sultan Hamid II, berdasarkan arahan dari Presiden Soekarno, sehingga menjadi bentuknya sekarang. 

Pada tahun 1974, Dullah mendirikan sanggar lukis di Pejeng, Bali, dan memberikan bimbingan pada seniman muda setempat. Pada tahun 1984, menerbitkan buku Karya dalam Peperangan dan Revolusi, yang memuat karya-karya di masa perjuangan. 

Dullah menikah dengan Jan Jaerabby Fatima, yang berketurunan India, serta mengangkat anak angkat bernama Sawarno. Dullah meninggal dunia di RS Panti Rapih, Yogyakarta, pada tanggal 1 Januari 1996. Ia dimakamkan di pemakaman umum Purwoloyo, Surakarta, berdampingan dengan makam istrinya. 

Ratusan karya Dullah ditampilkan secara khusus dalam sebuah museum, yaitu Museum Dullah di Surakarta, yang mencakup karya-karyanya antara tahun 1939 sampai dengan tahun 1993. Pada tahun 2016, museum tersebut resmi dibuka untuk kunjungan rombongan, dengan syarat dan tujuan tertentu. 

Monday, October 26, 2020

>> LUKISAN PAHLAWAN NASIONAL " BUNG HATTA "

Judul: Mohammad Hatta
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2020



Informasi harga dan pembelian:
Email: heoairlangga@gmail.com
Tepl-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Bukan menjadi rahasia bahwa Bung Hatta, begitu ia akrab disapa, adalah sosok yang sederhana. Ia pernah meminta asistennya untuk mengembalikan dana taktis wakil presiden yang sebenarnya merupakan haknya.

Semua tawaran untuk menjabat sebagai komisaris perusahaan nasional dan internasional pernah ditolak Bung Hatta. Bahkan jabatan yang ditawarkan Bank Dunia pun pernah dia tolak.

Mohammad Hatta merupakan sosok wakil presiden pertama Republik Indonesia. Ia menjabat mendampingi Soekarno. Keduanya lantas hingga kini dikenang sebagai sosok proklamator bangsa.

Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902, perjalanan karier politiknya dimulai sejak ia aktif dalam organisasi Sumaranen Bond wilayah Padang. Tak hanya sebagai sosok politisi, ia juga dikenal sebagai sosok negarawan dan pelopor koperasi.

Tak hanya sederhana dan suka membaca, Bung Hatta ternyata mendapatkan sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari sejumlah universitas terbaik dan kenamaan nusantara.

27 November 1956, Bung Hatta mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Gelar yang sama di bidang hukum diterimanya pada tahun 1975 dari Universitas Indonesia.

Selain itu, Universitas Padjajaran (Unpad) memberikan jabatan guru besar luar biasa kepada Bung Hatta di bidang politik.

Sunday, October 25, 2020

Gejolak Dunia dan Masa Depan Manusia, Refleksi dalam Sebuah Lukisan Modern

Judul: Saat Dunia bergejolak 
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 200cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.167.500.000;


Sejak awal peradaban manusia, dunia tidak pernah benar-benar berada dalam keadaan diam. Bumi terus berputar pada porosnya, waktu terus bergerak tanpa henti, dan sejarah terus menuliskan babak-babak baru yang penuh perubahan. Setiap generasi menghadapi tantangannya sendiri. Setiap zaman memiliki gejolak yang berbeda. Ketika satu konflik berakhir, konflik lain muncul. Ketika satu krisis mereda, tantangan baru mulai tumbuh. Dunia selalu bergerak dalam siklus dinamika yang tidak pernah sepenuhnya dapat diprediksi.

Lukisan modern ekspresionis berjudul "Saat Dunia Bergejolak" karya Heno Airlangga merupakan refleksi visual yang kuat tentang realitas tersebut. Melalui sapuan-sapuan kuas yang agresif, tekstur yang kasar, bentuk-bentuk yang terdistorsi, serta perpaduan warna gelap, merah, putih, dan cokelat yang saling bertabrakan, karya ini menghadirkan suasana ketidakpastian, tekanan, dan perubahan yang terus berlangsung di panggung kehidupan dunia.

Secara visual, lukisan ini tidak menawarkan ketenangan. Tidak ada garis yang benar-benar stabil. Tidak ada bentuk yang sepenuhnya utuh. Semua elemen tampak bergerak, bertabrakan, dan berjuang mencari keseimbangan. Komposisi seperti ini menjadi simbol dari kondisi dunia yang selalu berada dalam proses perubahan. Dunia bukanlah tempat yang statis, melainkan sebuah sistem besar yang dipenuhi interaksi kepentingan, kekuatan, ambisi, dan berbagai peristiwa yang saling memengaruhi.

Warna-warna gelap yang mendominasi karya ini menggambarkan berbagai ketidakpastian yang sering menyelimuti kehidupan global. Sementara semburat merah yang muncul di berbagai bagian lukisan menghadirkan kesan konflik, ketegangan, dan energi destruktif yang sewaktu-waktu dapat muncul dalam kehidupan manusia. Di sisi lain, warna putih yang menyusup di antara lapisan-lapisan warna gelap memberikan kesan harapan, kemampuan bertahan, dan peluang untuk terus melangkah di tengah kekacauan yang ada.

Karya ini mengajak penikmatnya melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Dalam kehidupan modern, gejolak dunia tidak lagi hanya menjadi urusan negara-negara besar atau para pemimpin dunia. Dampaknya dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat, bahkan hingga individu yang berada jauh dari pusat peristiwa.

Ketika perang terjadi di satu wilayah, harga energi dan bahan pangan dapat berubah di berbagai belahan dunia. Ketika terjadi konflik geopolitik, pasar keuangan bergejolak dan memengaruhi perekonomian masyarakat luas. Ketika bencana alam melanda suatu negara, rantai pasokan global dapat terganggu. Ketika persaingan pengaruh antarnegara meningkat, arah investasi, perdagangan, dan peluang ekonomi pun ikut berubah.

Semua peristiwa tersebut pada akhirnya menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat biasa. Harga kebutuhan pokok berubah, lapangan pekerjaan bergeser, peluang usaha muncul dan hilang, serta cara hidup masyarakat ikut beradaptasi dengan keadaan yang baru.

Lukisan ini seolah memperlihatkan bahwa manusia modern hidup dalam sebuah jaringan besar yang saling terhubung. Tidak ada lagi peristiwa besar yang benar-benar jauh. Apa yang terjadi di satu sudut dunia dapat memberikan dampak hingga ke rumah-rumah kecil, keluarga sederhana, bahkan keputusan-keputusan pribadi setiap individu.

Namun di balik gejolak tersebut, karya ini juga menyampaikan pelajaran penting mengenai kemampuan bertahan hidup. Sejarah menunjukkan bahwa bukan selalu yang paling kuat yang mampu bertahan, melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Perubahan adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Gejolak adalah bagian alami dari perjalanan dunia. Ketidakpastian adalah kenyataan yang harus diterima.

Pertanyaannya bukan apakah dunia akan kembali bergejolak, melainkan apakah manusia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Dalam konteks inilah lukisan "Saat Dunia Bergejolak" menjadi sangat relevan. Karya ini mengingatkan bahwa setiap individu perlu membangun strategi hidup yang lebih matang. Ketika keadaan sedang baik, itulah saat terbaik untuk memperkuat fondasi. Ketika peluang masih terbuka, itulah saat untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci utama. Dunia yang berubah cepat menuntut manusia untuk terus belajar. Teknologi berkembang, pola ekonomi bergeser, kebutuhan pasar berubah, dan cara hidup masyarakat pun ikut mengalami transformasi. Mereka yang kaku terhadap perubahan berisiko tertinggal, sementara mereka yang mampu membaca arah perubahan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Selain adaptif, karya ini juga menekankan pentingnya antisipasi. Banyak krisis besar tidak datang secara tiba-tiba. Sering kali terdapat tanda-tanda yang muncul jauh sebelumnya. Individu yang memiliki kebiasaan berpikir ke depan akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Mereka memahami bahwa ketenangan hari ini bukan jaminan bahwa keadaan akan selalu sama esok hari.

Di tengah dunia yang terus berubah, manusia memerlukan lebih dari sekadar keberanian. Mereka membutuhkan ketenangan berpikir, kemampuan membaca situasi, fleksibilitas dalam bertindak, dan kesiapan menghadapi berbagai skenario kehidupan. Seperti seorang pelaut yang tidak dapat mengendalikan badai, tetapi dapat mempersiapkan kapalnya agar mampu melewati gelombang yang datang.

Pada akhirnya, "Saat Dunia Bergejolak" bukanlah lukisan tentang ketakutan, melainkan tentang kesadaran. Kesadaran bahwa dunia akan terus bergerak, perubahan akan terus datang, dan gejolak akan selalu menjadi bagian dari sejarah manusia. Namun di tengah semua itu, selalu ada ruang bagi mereka yang siap, yang mampu beradaptasi, dan yang memiliki strategi untuk menghadapi masa depan.

Karya ini menjadi pengingat bahwa ketika dunia sedang bergejolak, harapan tidak terletak pada kemampuan menghentikan perubahan, melainkan pada kemampuan manusia untuk memahami perubahan tersebut, menyesuaikan diri, dan tetap melangkah maju. Karena dalam setiap gejolak, selalu ada tantangan yang harus dihadapi, tetapi juga peluang yang menunggu untuk ditemukan.

Koleksi lukisan tersedia, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Friday, October 23, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK EKSPRESIONIS " MENUTUP HITAM DENGAN ABU-ABU "

Judul: Menutup hitam dengan abu-abu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 82cm x 71cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11


Makna dan pesan lukisan:
Menutup hitam dengan abu-abu merupakan gambaran suatu kesalahan yang ditutupi dengan kamuflase kebenaran, atau suatu kejahatan yang ditutupi dengan kamuflase kebaikan.

Mereka bisa sebut sebagai aktor besar “ Dalang “ yang bersembunyi dibalik kebenaran atau kebaikan, mempengaruhi, memanfaatkan dan menggunakan orang lain untuk tujuan obsesinya.

Rencana jahat, niat busuk dibungkus dengan kata-kata kebaikan bahkan bersumpah serapah atas nama Tuhan agar orang-orang bersimpati dan bersedia mati demi obsesinya.

Menutup hitam dengan abu – abu, menyamarkan kejahatan agar seolah tampak seperti kebaikan, banyak orang yang terpengaruh olehnya, tidak peduli strata pendidikanya, mulai dari orang awam hingga orang berpendidikan bisa terjebaknya.

Saat hati terasa tidak nyaman, saat hati terusik dikala melangkah dan berbuat, itu bisa menjadi sebuah petunjuk bahwa diri telah melangkah diwilayah abu-abu.

Karena hati akan terasa nyaman saat sikap dan perbuatan berada dalam kebaikan, kebenaran dan memberikan manfaat baik untuk orang lain serta lingkungan sekitar, tidak merusaknya, itulah kebenaran dan kebaikan sesungguhnya.

Wednesday, October 21, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK MODERN " MELEWATI SETIAP MASA "

 

Judul: Melewati setiap masa
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 81cm x 150cm
Media: Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020


Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Pesan dan makna lukisan:
Suka atau duka, sedih atau bahagia, susah atau senang, kesulitan atau kemudahan, kaya atau miskin, masa aman atau masa perang, semuanya ada dalam masa waktu kehidupan. Setiap manusia memiliki dan melalui masa hidupnya masing-masing.

Emosi perasaan manusia merespon setiap kejadian, perjalanan masa kehidupan tidak statis, apa yang terjadi didalamnya adalah misteri,manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya, apa yang akan terjadi dalam kehidupanya dimasa depan, meski hanya dalam hitungan detik.

Segala kejadian disetiap masa harus disikapi dengan ketabahan dan kesabaran, terutama kejadian-kejadian duka atau musibah yang pasti akan dilalui, dimana datangnya seringkali tidak disangka dan tidak diduga secara tiba-tiba, karena seringkali manusia tidak siap dengan kejadian-kejadian  tersebut, depresi, trauma bahkan gila jika manusia tidak siap dan tidak menguatkan dirinya.

Ada duka juga ada bahagia, saat manusia melalui masa bahagia, masa kemudahan, senantiasa menikmati dan mensyukuri karunia Tuhan adalah sikap terbaik agar masa-masa indah tersebut akan senantiasa selalu bersamanya hingga akhir hayat.

Namun, kebanyakan manusia terlena dalam kenikmatan sesaat tersebut, saat masa senang berganti masa susah, mereka tidak siap, memarahi nasib, menyalahkan Tuhan, depresi, gila bahkan bunuh diri adalah segala kemungkinan yang bisa terjadi saat manusia tidak siap menghadapi masa sulit.

Melewati setiap masa adalah pertaruhan derajat manusia dihadapan Tuhan, apakah manusia akan berhasil melewati segala ujian ataukah gagal. Tuhan akan meninggikan derajat manusia melebihi kemuliaan malaikat saat berhasil dalam berbagai ujian kehidupan, sebaliknya Tuhan akan merendahkan derajat manusia melebihi binatang saat menjadi manusia jahat dan gagal dalam ujian kehidupanya.

Monday, October 19, 2020

>> LUKISAN ABSTRAK MELALUI MASA SULIT DI TENGAH PANDEMI COVID -19

Judul: Melalui masa sulit di tengah pandemi covid 19 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 121cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020



Informasi harga dan pembelian:
Email: henoairlanga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

Makna dan pesan lukisan:
Dunia terhentak kaget oleh sebuah peristiwa besar pandemi covid-19, dampak luar biasa yang ditimbulkan menyasar seluruh lapisan kehidupan, bukan hanya pertaruhan kesehatan, dalam skala lebih besar yaitu kehidupan sosial ekonomi, kehidupan umat manusia benar - benar diuji.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan ada sebuah gejolak besar dalam tatanan kehidupan sejarah manusia modern, sebuah pandemi yang dampaknya secara global dengan skala luas. Peraturan, perilaku dan kegiatan yang mustahil tidak dilakukan menjadi mustahil untuk dilaksanakan. Peraturan, perilaku dan aktifitas yang mustahil dilakukan menjadi sebuah peraturan yang harus dilaksanakan. 

Semua lapisan masyarakat dari yang atas sampai sampai bawah merasakan dampak berat dari pendemi covid -19, semua negara baik kaya maupun miskin merasakan beratnya dampak covid-19.

Semua orang, semua negara bersama melalui masa-masa sulit yang begitu kelam yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, harapan akan datangnya mukjizat dari Tuhan adalah harapan sama dari seluruh umat manusia yaitu berakhirnya covid -19 bersamaan dengan dampak yang ditimbulkanya.

Lukisan abstrak dengan bidang berlapis dan bernuansa gelap pada bagian bawah lukisan adalah gambaran dari kesulitan dan kegelapan hidup yang dialami semua semua orang di semua negara di Dunia, semua lapisan masyarakat. Alur – alur abstrak menuju keatas merupakan gambaran perjuangan umat manusia melalui masa-masa sulit ditengah pandemi covid-19. Goresan bidang abstrak bagian lukisan atas bernuansa putih terang adalah gambaran harapan sama dari seluruh umat manusia akan turunya mukjizat pertolongan Tuhan “berakhirnya covid -19 dan dampak yang ditimbulkanya “ , karena pada hakekatnya semua yang ada di alam  semesta jagad raya ada dalam kuasa Tuhan YME secara mutlak.