Daftar pengunjung terbaru

Kamis, 10 September 2026

“ Diantara Bisikan Iblis dan Malaikat " Makna Lukisan Modern tentang Pergulatan Batin Manusia


Judul: Diantara bisikan iblis dan malaikat
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 80cm x 55cm
Media: Acrylic on paper
Tahun: 2021
Harga: Rp.35.600.000;


“Diantara Bisikan Iblis dan Malaikat” merupakan lukisan modern yang merefleksikan pergulatan batin manusia—pertarungan yang tidak selalu terlihat, tetapi terus berlangsung di dalam ruang kesadaran. Setiap perjalanan hidup menghadirkan pilihan: mengikuti bisikan yang membawa pada kebaikan atau menyerah pada dorongan menuju keburukan. Dalam diri manusia terdapat suara lembut yang mengajak untuk jujur, sabar, memaafkan, dan memilih jalan yang benar; suara inilah yang disimbolkan sebagai malaikat.

Sebaliknya, iblis hadir sebagai metafora sisi gelap manusia: ego, keserakahan, amarah, dendam, kebencian, dan godaan untuk mengambil jalan yang mudah meskipun salah. Di antara kedua kecenderungan tersebut, manusia terus diuji. Ketika disakiti, ia dapat memilih membalas atau memaafkan; ketika memiliki kesempatan, ia dapat memilih mengambil keuntungan atau menjaga kejujuran. Karena itu, medan pertempuran terbesar manusia bukan selalu berada di luar dirinya, melainkan di dalam dirinya sendiri.

Bahasa visual karya ini memperkuat pergulatan tersebut melalui dominasi biru yang menghadirkan kedalaman kesadaran, dipertemukan dengan merah dan hitam yang membawa energi konflik, hasrat, kemarahan, serta sisi gelap pikiran. Garis-garis yang saling berpotongan, bentuk geometris, dan sapuan warna menciptakan kesan dinamika batin yang tidak pernah benar-benar diam. Sementara itu, hadirnya putih dapat dimaknai sebagai ruang kejernihan, harapan, dan kesempatan untuk kembali memilih jalan yang benar. Seluruh unsur tersebut menjadikan warna dan bentuk bukan sekadar estetika, tetapi bahasa simbolik tentang kompleksitas jiwa manusia.

Pada akhirnya, “Diantara Bisikan Iblis dan Malaikat” tidak berbicara tentang manusia yang sempurna, melainkan tentang manusia yang terus belajar memilih. Kita mungkin tidak dapat menentukan semua peristiwa yang datang dalam kehidupan, tetapi kita masih memiliki ruang untuk menentukan bagaimana meresponsnya. Kemenangan bukanlah ketika seseorang tidak pernah mendengar bisikan keburukan, melainkan ketika ia mampu mengenalinya dan memilih untuk tidak mengikutinya. Di antara bisikan iblis dan malaikat, keputusan terakhir tetap berada di tangan manusia: ketika tidak ada seorang pun yang melihat, bisikan mana yang akan kita ikuti?

Koleksi lukisan tersedia

Lukisan bersertifikat keaslian dan bertanda tangan dari pelukis langsung, melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, jaminan lukisan terkirim dalam kondisi baik sampai di alamat tujuan, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: henoairlangga@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11

0 komentar: